Dandim 0427/Way kanan Letkol Inf Charluly Rudi Jatmiko meminta anggota DPR Effendi Simbolon meminta maaf terbuka kepada seluruh prajurit TNI. (Foto : iNews/Yuswantoro)
Yuswantoro

WAY KANAN, iNews.id - Dandim 0427/Way kanan Letkol Inf Charluly Rudi Jatmiko menyesalkan pernyataan anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon yang memicu kegaduhan. Kalimat yang menyebut TNI seperti gerombolan selayaknya tidak keluar dari mulut seorang anggota DPR.

"Tak hanya menyebut TNI seperti gerombolan, saudara Effendi Simbolon juga menyebut di dalam tubuh TNI terjadi pembangkangan dan disharmoni. Bahkan kami nilai, dia sangat merendahkan para pimpinan TNI, khususnya TNI AD dengan pernyataan seolah-olah pimpinan tidak menghargai institusi legislatif, DPR RI," ujar Dandim, Rabu (14/9/2022).

Menurutnya, pernyataan tersebut membuat banyak pihak geram. Apalagi menyudutkan TNI dengan mengatakan kelakuan TNI lebih-lebih dari organisasi masyarakat atau ormas yang melukai seluruh keluarga besar TNI dan berbagai komponen bangsa lainnya.

Dandim menambahkan, sebagai prajurit penerus perjuangan Jenderal Besar Sudirman, TNI berpegang teguh kepada pesan Bapak TNI tersebut.

"Beliau berpesan, pelihara TNI, pelihara angkatan perang kita. Jangan sampai TNI dikuasai partai politik manapun juga. Ingatlah, prajurit kami bukan prajurit sewaan, bukan prajurit yang mudah dibelokkan haluannya. Kami masuk dalam tentara, karena keinsyafan jiwa dan sedia berkorban bagi bangsa dan negara," katanya.

Dandim tegas prajurit TNI bukan gerombolan. TNI pegang teguh pada 8 Wajib TNI, Sumpah Prajurit dan Sapta Marga.

"Saya meminta Effendi Simbolon segera meminta maaf secara terbuka kepada seluruh prajurit TNI," kata Charluly Rudi Jatmiko.


Editor : Donald Karouw

BERITA TERKAIT