PESAWARAN, iNews.id - Empat warga Pesawaran, Lampung, tewas dibunuh oleh dukun pengganda uang Mbah Slamet alias Tohari. Namun, bagaimana perkenalan keempat korban yang berada di Pulau Sumatera hingga bisa terbang ke Jawa Tengah?
Kapolres Pesawaran, AKBP Pratomo Widodo mengatakan, dari hasil pemeriksaan saksi dan keluarga, jika keempat korban ini mengetahui sosok Mbah Slamet lewat seseorang bernama Kijo. Kijo merupakan warga Lampung Tengah.
Pratomo mengungkapkan, korban atas nama Irsyad dan Suheri merupakan sahabat, keduanya diperkenalkan oleh Kijo soal Mbah Slamet yang dikatakan bisa menggandakan uang.
"Dari hasil keterangan dua pihak keluarga korban ini, bahwa mereka dikenalkan dengan Mbah Slamet pada pertengahan tahun 2021. Kemudian mereka diajak ke Padepokan Mbah Slamet di Jawa Tengah," kata Pratomo, Jumat (7/4/2023).
Dia melanjutkan, pada Agustus 2021, Irsyad dan Suheri berangkat kembali ke tempat Mbah Slamet dengan membawa istri masing-masing yakni Wahyu Tri Ningsih dan Riani.
Pratomo mengatakan, menurut pihak keluarga, pada September 2021 kedua korban masih sempat menghubungi pihak keluarga masing-masing dan memberitahu segera pulang.
"Dari keterangan pihak keluarga juga, para korban ini sempat menghubungi di bulan September 2021 bahwa mereka akan pulang ke Lampung," katanya.
Suheri dan Riani menghubungi keluarga di tanggal 8 September 2021 sementara Irsyad dan Wahyu Tri Ningsih menghubungi keluarga pada tanggal 12 September 2021
Usai kontak terakhir itu, para korban tidak pernah lagi menghubungi pihak keluarga hingga akhirnya diketahui dari media bahwa mereka tewas.
Dikatakan Pratomo, berdasarkan keterangan keluarga korban itu, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap Kijo yang menjadi perantara memperkenalkan para korban ke tersangka.
"Kita akan periksa Kijo ini, untuk mengetahui apakah ada keterlibatan atas peristiwa pembunuhan tersebut," kata Pratomo.
Editor : Nur Ichsan Yuniarto
Artikel Terkait