BANDARLAMPUNG, iNews.id - Tari Bedana merupakan salah satu tarian tradisional dari Lampung. Tari ini menggambarkan kehidupan masyarakat Lampung yang bersahabat dan beragama.
Dilansir dari beberapa sumber, Selasa (1/11/2022), tari ini biasa dibawakan oleh pemuda-pemudi Lampung dalam acara tertentu. Tari ini juga dikenal sebagai tari ungkapan rasa gembira.
Tari Bedana masuk saat berkembangnya agama Islam di daerah Lampung. Konon, Tari Bedana dibawa orang Arab ke Lampung pada tahun 1930.
Seiring berjalannya waktu, tarian ini menyebar ke seluruh pelosok Lampung. Tari ini merupakan tarian daerah yang berkembang dari ajaran agama Islam.
Bahkan tarian ini menggambarkan kehidupan dan kebudayaan melayu warga Lampung.
Dulu, tarian ini akan dimainkan saat salah seorang anggota keluarga ada yang khatam Al-Quran. Dalam perkembangannya, gerakan Tari Bedana dilakukan dengan dua pria berpasangan dan berkelompok.
Tari Bedana dapat dimainkan atau dilakukan antara laki-laki dan perempuan secara berpasangan maupun berkelompok.
Kostum Tari Bedana
Penari yang melakukan pentas Tari Bedana menggunakan kostum dan aksesoris khusus khas dari Lampung. Bahkan, kostum untuk penari perempuan dan pria berbeda.
Penari wanita mengenakan kain tapis, kawai kurung, bulu serattei, gelang bibit, buah jukum, penekan rambut, sanggu malam, gaharu kembang goyang, kembang melati, serta subang giwir.
Sementara untuk penari pria, mereka mengenakan bulu sarattei, kain bidak gantung dengan tinggi sebatas lutut, peci dan kawai teluk belanga.
Tari bedana ini diisiringi dengan alat musik pengiring Gambus Lunik. Selain Gambus Lunik juga terdapat alat musik lainnya seperti, ketipung, kerenceng, dan gong kecil.
Dengan diiringi musik, para penari melakukan beberapa gerakan seperti Tahtim, humbak muloh, ayun, gelak. Ada juga gerakan kesek injing, kesek gantung, jimpang, Belitut, dan gantung
Editor : Nur Ichsan Yuniarto
Artikel Terkait