9 Hari Terdampar akibat Tsunami, Nelayan Ini Diselamatkan TNI AL

iNews, Irfan Ma'ruf ยท Minggu, 30 Desember 2018 - 23:59 WIB
9 Hari Terdampar akibat Tsunami, Nelayan Ini Diselamatkan TNI AL
Nelayan asal Lampung ini berhasil diselamatkan tim TNI AL setelah terdampar 9 hari akibat diterjang tsunami Selat Sunda, Minggu (30/12/2018). (Foto: iNews).

LAMPUNG SELATAN, iNews.id – Anggota TNI Angkatan Laut yang menyisir perairan Lampung Selatan berhasil menyelamatkan seorang korban tsunami. Pria tersebut telah 9 hari terdampar di Pulau Panjang, Lampung Selatan.

Informasi yang dihimpun iNews, anggota TNI AL dari KRI Rigel menerjunkan sekoci untuk menyelamatkan pria yang diketahui bernama Ari atau Lago tersebut.

Saat dibawa ke sekoci, wajahnya tampak pucat. Bajunya robek di beberapa bagian. Saat diselamatkan, Lago berada di atas dahan pohon mati yang menyembul ke atas perairan dekat Pulau Panjang. Petugas TNI AL segera memberinya air minum.

Lago mengaku menjadi korban tsunami Selat Sunda. Dia berada di perahu untuk memancing ikan pada Sabtu (22/12/2018) malam.

”Saat Krakatau terbelah, gelombang menghantam perahu saya,” ujarnya, Minggu (30/12/2018).

BACA JUGA: BNPB: Tsunami Selat Sunda Dipicu Longsoran Gunung Anak Krakatau

Lago mengaku telah 9 malam terdampar di pulau tersebut. Dia bertahan hidup dengan makan seadanya, termasuk sampah yang terseret arus laut.

Lago mengaku saat tsunami menerjang, dia bersama seorang temannya. Namun hingga kini dia tidak tahu dimana keberadaannya.

Seperti diketahui tsunami menerjang Selat Sunda pada Sabtu malam. Gelombang dahsyat itu meluluhlantakkan pesisir barat Banten dan Lampung Selatan.

BACA JUGA: Pantauan Satelit, Longsoran Anak Krakatau Seluas 64 Hektare

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) semula menyatakan ombak besar di Anyer dan sekitarnya gelombang pasang karena bersamaan dengan bulan purnama. Namun, data itu diperbarui dengan menyatakan ombak besar sebagai tsunami yang dipicu longsoran lereng Gunung Anak Krakatau.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, korban meninggal akibat bencana itu mencapai 431 orang di Banten dan Lampung Selatan. Adapun korban luka mencapai 7.200 orang.


Editor : Zen Teguh