Cekcok soal Sertifikat Tanah, Anak Bunuh Ayah di Pringsewu Lampung

Indra Siregar ยท Kamis, 24 Oktober 2019 - 12:24 WIB
Cekcok soal Sertifikat Tanah, Anak Bunuh Ayah di Pringsewu Lampung
Warga ramai berdatangan ke rumah orangtua yang tewas dibunuh anaknya di Bumi Ayu, Pringsewu, Lampung. (Foto: iNews/Indra Siregar)

PRINGSEWU, iNews.id – Seorang anak tega membunuh ayah kandungnya di Bumi Ratu, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Lampung. Pelaku membacok korban dengan arit atau pisau bergagang yang berbentuk melengkung hingga tewas mengenaskan.

Informasi yang dirangkum iNews, pembunuhan ini terjadi di rumah korban pada Rabu (23/10/2019) pukul 18.30 WIB. Identitas korban yakni Ahmad Kasian (72) dan pelaku yang juga anak kandungnya Dwi Tanoyo (30).

Keduanya sempat cekcok karena korban menolak menyerahkan sertifikat tanah. Di mana sertifikat tersebut diminta pelaku untuk digadaikan sebagai jaminan utang di bank.

Kapolsek Pagelaran AKP Syafri Lubis mengatakan, kronologi pembunuhan bermula saat pelaku mendatangi korban untuk meminta tanda tangan surat kuasa atas sertifikat tanah pada pukul 15.00 WIB. Korban enggan memenuhi permintaan pelaku.

Menjelang sore hari, pelaku mengasah pisau aritnya. Dan saat kejadian, pelaku kembali mendatangi ayahnya yang sedang berada di dapur. Dia meminta hal yang sama, namun kembali ditolak korban.

“Pelaku awalnya mengancam korban dengan menempelkan arit di lehernya. Saat itu ibu pelaku atau istri korban melihat dan langsung berteriak. Pelaku pun melepaskan korban. Saat itu korban menangkap arit danb coba merebutnya dari pelaku. Merasa mendapat perlawanan, pelaku membacok korban hingga tewas,” ujarnya.

Peristiwa ini menggemparkan warga Bumi Ratu yang langsung berdatangan ke rumah korban. Mereka kemudian membawa korban yang terluka ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pringsewu untuk mendapat pertolongan medis. Namun nyawa korban tak terselamatkan akibat luka parah yang dialaminya.

Anggota Polsek Pagelaran yang menerima informasi tersebut langsung meluncur ke TKP. Polisi menangkap pelaku dan mengamankan pisau arit sebagai barang bukti.

“Jadi hubungan keduanya antara ayah dan anak ini memang sudah tidak akur. Korban menolak permintaan pelaku hingga terjadi cekcok berujung penganiayaan yang menyebabkan kematian,” katanya.


Editor : Donald Karouw