get app
inews
Aa Text
Read Next : Terungkap di Persidangan, 17 Terdakwa Aniaya Prada Lucky Bergantian secara Maraton

Cerita Pilu 2 ART di Bandarlampung, Kerap Ditampar Majikan hingga Ditelanjangi

Rabu, 24 Mei 2023 - 19:45:00 WIB
Cerita Pilu 2 ART di Bandarlampung, Kerap Ditampar Majikan hingga Ditelanjangi
Dua ART yang melapor ke Polresta Bandarlampung karena menjadi korban penganiayaan majikan. (Foto: MPI/Ira W)

BANDARLAMPUNG, iNews.id - Dua asisten rumah tangga (ART) mengaku menjadi korban penganiayaan dan pengancaman pembunuhan selama bekerja di rumah majikannya di Kota Bandarlampung, Lampung. Mereka tak tahan hingga memberanikan diri melapor ke Polresta Bandarlampung.

Keduanya berinisial DL (23) dan DDR (15)warga Kabupaten Pesawaran. Saat ini mereka mengungsi ke rumah kerabat lantaran takut dicari terduga pelaku. 

Ketika ditemui di Mapolresta Bandarlampung, DL menceritakan pengalaman pilu selama bekerja di rumah majikannya tersebut.

"Awalnya saya ini ditawari bekerja di Perumahan Citraland awal Februari 2023. Namun ketika sepakat untuk bekerja di sana, saya diajak bertemu di depan Rumah Sakit Graha Husada," ujar DL, Rabu (24/5/2023). 

"Di situ saya malah dijemput perempuan yang merupakan majikan di rumah yang berada di Sukarame, Bandarlampung. Jadi bukan yang di Citraland seperti kesepakatan awal," katanya lagi.

Sesampai di rumah tersebut, majikannya mengambil semua barang pribadinya termasuk identitas diri.

"Iya sampai di rumah itu, perumahan Nusantara di Sukarame. Semua barang bawaan saya termasuk identitas diambil. Kemudian saya disuruh ganti baju yang telah disediakan. Bajunya itu robek-robek," kata DL.

Dia melanjutkan, selang berjalannya waktu, sejumlah penganiayaan mulai diterimanya dari perempuan yang dipanggilnya Oma tersebut.

"Oma itu orang tua dari majikan saya. Majikan saya ini katanya waktu itu masih di Thailand," ucapnya.

DL mengungkapkan, penganiayaan yang kerap dia terima berupa tamparan, tendangan hingga ditelanjangi. Tak sampai disitu, majikannya yang baru pulang dari luar negeri juga ternyata memiliki tabiat sama. 

"Bahkan setelah majikan saya pulang, ternyata sama aja. Suka main tangan juga," ujar DL.

Dia menambahkan pernah dianiaya dalam kondisi tidak mengenakan satu helai pakaian pun karena permasalahan ada kotoran yang belum dibersihkan.

"Pernah itu saya lagi mandi, terus tiba-tiba pintu dibuka saya diseret. Itu masih penuh sabun badan, saya dijambak karena ada kotoran yang belum bersih saat saya sapu," ujarnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, selain dia dan DDR yang berhasil kabur, tiga rekannya saat ini masih berada di rumah tersebut juga turut mengalami penganiayaan. 

"Kami itu berlima yang jadi pembantu di sana. Semuanya ya dianiaya. Ini temen saya (DDR) juga mengalami penganiayaan serupa, ini tangannya masih penuh luka sayatan dicakar-cakar," katanya.

Disinggung soal kondisi tiga rekannya, DL menjelaskan mereka diancam video telanjang mereka akan disebarkan jika kabur.

"Jadi temen saya yang tiga orang itu, masih bekerja di sana. Mereka itu takut video telanjangnya disebar, mereka pernah dipaksa telanjang terus divideoin," ucapnya.

Atas peristiwa itu, DL bersama DDR nekat melarikan diri pada 8 Mei 2023 lalu dengan memanjat tower air saat dini hari. 

"Nekat karena sudah takut. Kami panjat tower air waktu subuh. Terus ke jalan minta bantuan orang untuk pulang, Alhamdulillah ada yang baik mau antar kami," katanya.

Dikonfirmasi terkait laporan tersebut, Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung Kompol Dennis Arya Putra mengatakan pihaknya telah menerima laporan korban. Saat ini kasusnya dalam penyelidikan. 

"Sudah kami terima laporannya dengan nomor LP/B/743/V/2023/SPKT/Polresta Bandarlampung/Polda Lampung. Kami lakukan penyelidikan terhadap keterangan pelapor ini," ujar Dennis.

Editor: Donald Karouw

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut