Ditangkap Polisi, Anak yang Bunuh Ayah di Tanggamus Mengaku Menyesal

Indra Siregar ยท Rabu, 12 Desember 2018 - 15:49 WIB
Ditangkap Polisi, Anak yang Bunuh Ayah di Tanggamus Mengaku Menyesal
Tersangka Sanwani (34), seorang anak yang bunuh ayah kandung di Tanggamus, Lampung. (Foto: iNews/Indra Siregar)

TANGGAMUS, iNews.id – Nasi sudah menjadi bubur. Tersangka Sanwani (34) diancam hukuman mati usai ditangkap karena membunuh ayah kandungnya Saliman (60), warga Dusun Luwung Kolot, Pekon Suka Agung Barat, Kecamatan Bulok, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Selasa (11/12/2018).

Sang anak mengaku khilaf dan menyesal atas perbuatan yang dilakukannya. Amarah dan emosi yang membara menghilangkan akal sehatnya hingga tega membacok ayah kandungnya dengan sebilah parang hingga tewas mengenaskan.

“Saya sangat menyesal sekali jika mengingatnya,” ucap Sanwani di Mapolsek Pardasuka, Rabu (12/12/2018).

Tersangka merupakan anak kedua dari almarhum Saliman. Dia mengakui jika keduanya tidak cocok dan sudah sering cekcok. Puncaknya saat peristiwa pembunuhan tersebut terjadi. Ketika itu amarah tersangka memuncak atas dasar sakit hati dan mendatangi rumah ayahnya sambil menenteng golok.

Tanpa basa basi, tersangka secara gelap mata langsung menebaskan benda tajam itu berulang kali ke tubuh korban hingga tergeletak tak berdaya. "Saya membacoknya sebanyak empat kali. Setelah itu saya langsung melarikan diri ke tempat paman saya di Pekon Wargomulyo, Kabupaten Pringsewu,” ujarnya.

Hasil penyelidikan sementara, Kapolsek Pardasuka AKP Martono mengatakan motif penganiayaan pelaku karena sakit hati. Petugas juga telah mengamankan sejumlah barang bukti untuk melengkapi berkas kasus pembunuhan tersebut.

“Masalahnya hanya karena sakit hati soal uang hasil penjualan motor. Motor dijual korban ke seorang kerabat mereka seharga Rp1,6 juta. Namun tersangka hanya menerima Rp600.000, hal itu memicu penganiyaan yang tewaskan korban,” ujarnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 338 Junto Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati.


Editor : Donald Karouw