Gunung Anak Krakatau Ratusan Kali Meletus Dalam Sehari

Antara ยท Sabtu, 29 Desember 2018 - 07:38 WIB
Gunung Anak Krakatau Ratusan Kali Meletus Dalam Sehari
Erupsi Gunung Anak Krakatau. (Foto: dok iNews)

LAMPUNG, iNews.id – Aktivitas Gunung Anak Krakatau masih terus meningkat dengan mengeluarkan ratusan kali letusan dalam sehari. Erupsi gunung api tersebut terbanyak pada malam hari. Bahkan sejak terjadinya tsunami, Anak Krakatau terpantau lebih sering mengeluarkan erupsi dari biasanya.

"Kalau berapa kalinya saya gak mengitung, tapi ada ratusan kali dalam sehari," kata Fajri, salah satu warga Desa Way Muli Timur, Samaun di Lampung Selatan, Sabtu (29/12/2018).

Dia mengatakan, dampak dari erupsi yang dikeluarkan Gunung Anak Krakatau seperti debu vulkanis, namun sebarannya belum sampai ke wilayah daratan Kabupaten Lampung Selatan. Hanya saja, warga sekitar merasakan getarannya dan mendengar suara bergemuruh.

"Kalau debu belum, mungkin karena anginnya juga ke arah sana (barat). Tapi kalau getarannya terasa, seperti kaca rumah bergetar. Saat malam hari terlihat jelas sampai ada kilatan petirnya," ujarnya.

Kepala Bidang informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono menyebutkan, suara gemuruh bersumber dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.

“Erupsi yang terjadi diiringi suara gemuruh. Bersama suara yang ditimbulkan sensor gempa BMKG mendeteksi getaran,” ujarnya.

Sensor seismik BMKG yang berada di Liwa merekam getaran bersamaan dengan suara gemuruh yang terdengar oleh petugas BMKG Stasiun Geofisika Liwa, Lampung Barat. Gemuruh juga terdengar warga di Pulau Sebesi, gugusan pulau di Selat Sunda yang dekat dengan Anak Krakatau.

BMKG bersama Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau dan dampaknya serta meminta warga tetap tenang namun waspada. Saat ini statusnya sudah ditingkatkan dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III).


Editor : Donald Karouw