Kalapas Kalianda Jadi Tersangka Kasus Pencucian Uang Penjualan Narkoba

Andres Afandi, Antara ยท Kamis, 24 Mei 2018 - 19:36 WIB
Kalapas Kalianda Jadi Tersangka Kasus Pencucian Uang Penjualan Narkoba
Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Lampung Richard Lumban Tobing saat memberikan keterangan pada wartawan. (Foto: iNews/Andres Aafandi)

BANDARLAMPUNG, iNews.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung menetapkan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda Lampung Selatan nonaktif, Muchlis Adjie, sebagai tersangka dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dari perdagangan narkotika di dalam lapas.

Kepala BNN Provinsi Lampung Brigjen Pol Tagam Sinaga dalam ekspose di Kantor BNNP Lampung di Bandarlampung, Kamis (24/5/2018) mengatakan, saat ini, tersangka Muchlis Adjie menjalani pemeriksaan. Untuk tahap awal, dia dijerat dengan Pasal 114 dan Pasal 132 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Setelah itu, dia juga dibidik dengan dengan UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU.

Tim BNN Pusat sudah tiba di Lampung sejak Senin (21/5/2018) untuk membantu BNNP Lampung menyelidiki perkara TPPU yang menjerat tersangka Muchlis Adjie. “Jadi dalam kasus ini ada dua tim yang dibentuk. Untuk kasus narkotika ditangani BNNP Lampung sedangkan tindak pidana pencucian uang ditangani BNN Pusat,” tuturnya.

Tagam menjelaskan, keadaan di dalam lapas sangat bebas. Napi atas nama Marzuli bebas memasukkan narkoba dan perempuan ke dalam lapas tanpa pemeriksaan. Meskipun hal itu diketahui kalapas yang saat ini menjadi tersangka, napi tersebut tetap bebas keluar masuk. “Napinya juga leluasa berhubungan melalui handphone kepada tersangka. Padahal, kita tahu di dalam tidak boleh ada handphone,” ujar Tagam.

Dia menambahkan, napi tersebut mempunyai jalur khusus untuk memasukkan barang dan perempuan sehingga leluasa memasukkan apa yang dia inginkan. “Napinya bisa keluar tanpa pengawalan, tapi sepengetahuan tersangka,” tuturnya.

Sementara itu, tersangka Muchlis Adjie menyatakan sangat menyesal atas kejadian ini. Sebagai pimpinan, dia akan bertanggung jawab atas perbuatan anak buahnya. “Kejadian ini di luar dugaan saya. Sebenarnya ini perbuatan anak buah saya sehingga saya seperti ini. Saya mengaku perbuatan saya salah karena ini tugas saya sebagai seorang pemimpin, jadi harus tanggung jawab. Terkait berapa kali terima dana aliran dari tersangka, nanti tunggu hasil penyelidikan saja,” ucapnya.

Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Lampung Richard Lumban Tobing sebelumnya mengatakan, kasus ini bermula saat petugas BNNP Lampung menangkap lima pelaku kasus penyelundupan narkotika jaringan lapas. Sebanyak 4 kg sabu, lebih kurang 4.000 pil ekstasi dengan berbagai jenis, serta uang tunai berjumlah lebih kurang Rp49 juta disita dari jaringan pengedar narkoba yang dikendalikan dari dalam Lapas Kalianda.

Petugas kemudian memeriksa rumah dinas Kalapas Kalianda nonaktif dan menemukan brankas dan kotak kuning yang diduga merupakan alat untuk memasukkan narkotika ke dalam Lapas Kalianda. Selain itu juga ditemukan buku rekening dengan nominal Rp100 juta. Uang itu diduga fee dari oknum sipir dan narapidana yang merupakan bandar atau pemilik narkotika.


Editor : Maria Christina