Mayat Memegang Senjata Tajam Ditemukan Mengambang di Lampung Selatan

Heri Fulistiawan ยท Kamis, 10 Oktober 2019 - 20:31 WIB
Mayat Memegang Senjata Tajam Ditemukan Mengambang di Lampung Selatan
Lokasi penemuan mayat yang ditemukan tewas memegang senjata tajam di Lampung, Kamis (10/10/2019). (Foto: iNews.id/Heri Fulistiawan)

LAMPUNG SELATAN, iNews.id – Sesosok mayat memegang senjata tajam ditemukan mengapung di bendungan dekat Asrama SMA Kebangsaan, di Jalan Trans Sumatera KM 75 Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan. Saat ditemukan, mayat yang memakai celana jeans ini sudah membusuk.

Mayat ini pertama kali ditemukan seorang warga Desa Pisang, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan yang melintas di sekitar bendungan. Dia lalu memanggil warga desa lain untuk datang ke lokasi kejadian.

Warga beramai-ramai mengevakuasi mayat dari dalam bendungan menggunakan peralatan seadanya. Senjata tajam yang awalnya digenggam korban, kembali terjatuh saat mayat ditarik menggunakan tali.

Saat berhasil dievakuasi, kondisi mayat nyaris tak dapat dikenali. Bagian wajah korban penuh luka dan sudah membengkak.

Beruntung salah seorang warga mengenali sosok mayat sebagai Subaidi (30), warga Desa Banjarmasin, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan. Awalnya, warga menduga, korban tewas usai berkelahi karena dari wajah korban tampak luka goresan.

Petugas Kepolisian Polres Lampung Selatan yang memeriksa mayat di lokasi justru tidak menemukan tanda-tanda kekerasan ataupun tindak pidana pada tubuh korban. Sementara luka di tubuh korban akibat terlalu lama berada di dalam air.

Kapolres Lampung Selatan, AKBP M Syarhan mengatakan dari hasil penyelidikan, belum ditemukan tindak pidana terhadap korban.

Hasil pemeriksaan polisi juga diperkuat dengan keterangan beberapa warga yang mengatakan korban tidak pernah mempunyai musuh. Korban berkepribadian baik di mata masyarakat.

Dari informasi yang dihimpun dari warga, korban diduga tenggelam karena tidak bisa berenang. Ditambah lagi ada informasi jika korban juga menderita asma.

“Kalau ribut kayaknya tidak, cuma mungkin mandi kayaknya terus tenggelam,” kata Hariri, Kepala Dusun Desa Pisang.


Editor : Umaya Khusniah