Petani Kopi di Lampung Mengeluh, Harga Biji Kopi Anjlok Jadi Rp17.000 per Kg

Antara · Selasa, 30 Maret 2021 - 10:58:00 WIB
Petani Kopi di Lampung Mengeluh, Harga Biji Kopi Anjlok Jadi Rp17.000 per Kg
Biji kopi (Sindonews)

LAMPUNGBARAT, iNews.id - Sejumlah petani kopi di Kabupaten Lampung Barat mengeluhkan harga biji kopi yang anjlok berkisar Rp17.000 per kilogram. Padahal harganya sebelum pandemi Covid-19 sempat mencapai Rp25.000/kg.

Salah satu petani kopi di Sekincau Lampung Barat, Tamhuri mengatakan, karena turunnya harga biji kopi, maka dirinya bersama petani kopi lainnya memilih menunda panen kopi untuk sementara waktu.

"Karena harga sekarang tak bisa memenuhi biaya produksi kopi," kata Tamhuri, Selasa (30/3/2021).

"Dengan harga jual Rp15.000 per kg, dan paling tinggi Rp17.000 per kilogram, itu tidak sesuai karena ada beberapa biaya yang harus dikeluarkan mulai dari upah petik, dan juga upah angkut dari kebun," lanjutnya.

Senada dengan Tamhuri, salah satu pengusaha kopi Liwa, Pandi mengatakan, anjloknya harga kopi merupakan dampak pandemi Covid-19, karena permintaan komoditas itu di pasaran turun drastis, sehingga berpengaruh pada harga jual di tingkat petani.

"Kalau sebelumnya saya biasa beli kopi asalan dari petani itu diharga Rp15.000 per kilogram dan kalau kopi premium Rp17.000 per kilogram, sekarang harganya di bawah itu karena permintaan kopi sedikit," katanya.

Pandi berharap pemerintah daerah memberi perhatian agar harga biji kopi bisa naik.

Sekadar informasi, Lampung merupakan pemasok kopi robusta di Indonesia dengan rata-rata produksi mencapai 100.000 - 120.000 ton per tahun dengan luas areal kopi mencapai 163.837 hektare.

Kopi merupakan salah satu komoditas andalan dari Lampung untuk diekspor. Rata-rata Lampung mampu berkontribusi 24,19 persen dari produktivitas kopi nasional. Lampung hasilkan biji kopi jenis robusta yang umumnya berasal dari Waykanan, Lampung Barat, Tanggamus, dan Lampung Tengah.

Editor : Nur Ichsan Yuniarto