Polres Pesawaran Periksa 10 Panitia Penyelenggara Diksar Pecinta Alam Cakrawala Unila

Andres Afandi ยท Senin, 07 Oktober 2019 - 20:47 WIB
Polres Pesawaran Periksa 10 Panitia Penyelenggara Diksar Pecinta Alam Cakrawala Unila
Kapolres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro saat memberikan keterangan tentang pemeriksaan 10 panitia penyelenggara diksar, Senin (7/10/2019). (Foto: iNews.id/ Andres Afandi)

BANDAR LAMPUNG, iNews.id - Penyidik Satreskrim Polres Pesawaran, Provinsi Lampung memeriksa panitia penyelenggara kegiatan diksar Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencinta Alam Cakrawala Universitas Lampung (Unila), Senin (7/10/2019). Dari 19 orang yang dipanggil, hanya 10 orang yang memenuhi panggilan penyidik.

Kapolres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro menjelaskan, dari 19 panitia yang dipanggil, dua diantaranya merupakan alumni UKM Cakrawala. Sementara sisanya merupakan panitia penyelenggara.

“Namun hanya sepuluh panitia yang memenuhi panggilan penyidik, alumni sampai hari ini belum datang,” katanya.

Popon mengatakan informasi yang didapat dari panitia ini akan didalami lebih lanjut termasuk peran dari masing-masing panitia ini. Selanjutnya keterangan yang ada dapat dijadikan dasar untuk bisa menetapkan tersangka dalam kasus ini.

Universitas Lampung Akan Menginvestigasi Kasus Tewasnya Mahasiswa saat Diksar Pecinta Alam

Polisi Periksa 9 Saksi Terkait Tewasnya Mahasiswa Unila saat Diksar Pecinta Alam


Semua panitia diperiksa secara intensif di tiga ruangan berbeda. Panitia tersebut antara lain ketua umum, ketua pelaksana UKM Cakrawala serta panitia kegiatan diksar pencinta alam Fakultas Fisip Unila.

Sebelumnya, Aga Trias Tahta, mahasiswa jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unila tewas saat mengikuti diksar pencinta alam UKM Cakrawala di Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Minggu (29/9/2019). Korban diduga mengalami kekerasan dari senior.

Jenazah korban yang beralamat di Desa Wonodadi, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung juga sudah dimakamkan keluarga, Senin (30/9/2019). Selain Aga, masih ada dua mahasiswa yang juga diduga mengalami kekerasan saat diksar.


Editor : Umaya Khusniah