Teroris Jamaah Islamiyah Lampung Raup Rp70 Juta per Bulan dari Kotak Amal

Puteranegara Batubara · Kamis, 04 November 2021 - 07:39:00 WIB
Teroris Jamaah Islamiyah Lampung Raup Rp70 Juta per Bulan dari Kotak Amal
Teroris kelompok Jamaah Islamiyah (JI) di Provinsi Lampung, bisa mengumpulkan dana sebanyak Rp70 juta dalam satu bulan (Antara)

JAKARTA, iNews.id - Teroris kelompok Jamaah Islamiyah (JI) di Provinsi Lampung, bisa mengumpulkan dana sebanyak Rp70 juta dalam satu bulan. Pengumpulan ini didapat dari kotak amal.

Hal ini diketahui setelah Densus 88 Antiteror Polri menangkap tiga terduga teroris di Lampung. Ketiganya adalah S (61), SU (59), dan DRS (47). 

Ketiganya adalah anggota dari yayasan amal Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf (LAZ BM ABA) di Lampung.

"Setiap bulan rata-rata untuk BM ABA Lampung berhasil menghimpun dana sebesar 70 juta per bulan," kata Kabag Bantuan Operasi Densus 88, Kombes Aswin Siregar, Kamis (4/11/2021).

Dana puluhan juta itu, kata Aswin, diperoleh kelompok JI lantaran menyebar hampir 2.000 kotak amal di Lampung. 780 diantaranya telah disita oleh aparat. 

"Ini merupakan salah satu kantor BM ABA Lampung, ditemukan sebanyak 780 buah kotak amal yang sengaja disembunyikan oleh JI pasca tertangkapnya salah satu Ketua BM ABA, Fatria Sanjaya, tahun lalu di Jakarta," katanya.

Sebelumnya, Polri menyebut jika kelompok JI Lampung menggalang dana untuk agenda jihad global.

"Kami sampaikan mengenai program penggalangan dana tersebut. Ini merupakan sebuah kebutuhan organisasi JI, yaitu pengkaderan atau menyiapkan kader-kader dari generasi JI di mana program tersebut dinamakan jihad global," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, Rabu (3/11/2021).

Ramadhan menuturkan, bahwa dana itu nantinya akan digunakan untuk mengirim kader-kader JI ke sejumlah negara syam atau konflik. Misalnya seperti Suriah, Irak, dan Afghanistan. 

Di negara tersebut, kata Ramadhan, kader-kader akan dilatih untuk meningkatkan kemampuan militernya ataupun menjalin komunikasi dan berdiplomasi dengan kelompok-kelompok radikal lainnya. 

"Ini untuk meningkatkan kemampuan pasukan tempur dari anggota JI dan tentunya untuk meningkatkan kemampuan militer dari anggota JI tersebut," ujar Ramadhan.

Editor : Nur Ichsan Yuniarto

Bagikan Artikel: