Viral! Kepala Dusun di Lampung Selatan Disebut Mirip Prabowo, Begini Penampilannya
LAMPUNG SELATAN, iNews.id - Media sosial tengah dihebohkan dengan sosok kepala dusun di Lampung Selatan yang disebut mirip dengan Presiden Prabowo Subianto. Pria bernama Sopan, Kepala Dusun Desa Sukadamai, Kecamatan Natar, Lampung Selatan itu mendadak viral setelah video dan fotonya beredar luas di TikTok dan ditonton jutaan kali.
Sopan, pria berusia 56 tahun, telah mengabdi sebagai kepala dusun selama lebih dari 15 tahun. Wajah, postur tubuh, hingga gaya berpakaiannya sekilas mengingatkan publik pada sosok Presiden ke-8. Meski demikian, Sopan mengaku tak menyangka akan menjadi perbincangan nasional.

Menurutnya, candaan soal kemiripannya dengan Prabowo sudah lama dia dengar, terutama saat mengenakan seragam dinas. Namun, dia menganggap hal itu biasa saja.
Momen viral terjadi ketika sejumlah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung berkunjung ke Desa Sukadamai. Melihat langsung sosok Sopan, para mahasiswa spontan mengajak berfoto dan merekam video. Unggahan tersebut kemudian menyebar cepat di media sosial.
"Saya dimiripi Prabowo kalau piket itu teman-teman kalau saya pakai baju putih, pakai seragam dinas piket itu kadang-kadang dia bilanh uh punya Pak Prabowo tapi kebetulan ketika mahasiswa datang itu melihat bilang kok mirip Pak Prabowo ya," kata Sopan.
Dia mengaku memang penggemar Prabowo Subianto. Bahkan sebelum viral, dia kerap membuat konten sederhana di TikTok yang menyandingkan dia dengan sang Presiden. Meski sering disebut mirip, Sopan merendah dengan menyebut dia hanyalah orang desa yang sehari-hari bekerja sebagai petani.
Di balik popularitasnya, keseharian Sopan tetap sederhana. Saat tidak ada urusan desa, dia pergi ke sawah menanam padi, jagung, dan sayur-mayur. Sejak viral, Sopan sering menjadi bahan candaan warga. Bahkan saat menghadiri acara hajatan, ia kerap disambut dengan teriakan bercanda.
Bagi Sopan, meski kini dikenal luas di media sosial, dia tetap menjalani kehidupan sehari-hari sebagai kepala dusun sekaligus petani di desanya.
Editor: Kurnia Illahi