Warga Pulau Sebesi Tak Terpengaruh Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Heri Fulistiawan ยท Rabu, 27 Juni 2018 - 00:43 WIB
Warga Pulau Sebesi Tak Terpengaruh Aktivitas Gunung Anak Krakatau
Warga Pulau Sebesi masih beraktivitas normal meski Gunung Anak Krakatau mengalami peningkatan aktivitas. (Foto: iNews.id)

LAMPUNG, iNews.id - Warga Pulau Sebesi yang berjarak hanya sekitar 10 kilometer dari puncak Gunung Anak Krakatau tidak merasa khawatir dengan meningkatnya aktivitas gunung tersebut. Mereka tetap beraktivitas seperti biasa. Bahkan, bagi mereka, erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi berkah karena debu vulkaniknya dapat menyuburkan tanaman.

Salah seorang warga, Rohman menilai, peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau masih biasa. "Itu biasa, malah bagus buat tanaman dan tanah abu (vulkaniknya). Tapi warga semua tak ada yang berani mendekat," kata Rohman, warga Pulau Sebesi, Selasa (26/6/2018).

Dari pos pantau Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, gunung berapi tersebut tertutup kabut sejak pagi.

Berdasarkan catatan dari alat pendeteksi gempa atau seismograf, Senin (25/6/2018) pagi, gunung tersebut mengalami dua kali letusan dan mengeluarkan asap hingga 1.000 meter. Saat ini, aktivitas gunung tersbeut cenderung menurun. Ketinggian asap terpantau hanya sekitar 300 meter. Gempa vulkanik yang sebelumnya terjadi hingga 64 kali, hari ini tercatat hanya 32 kali.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Andi Suradi mengatakan, aktivitas Gunung Anak Krakatau pada hari ini menurun, namun masih dalam status Waspada. Petugas pos pantau melarang siapa pun mendekati gunung berapi tersebut di radius 2 kilometer demi keselamatan. “Kami sudah mengeluarkan larangan kepada siapa pun untuk mendekati gunung," kata Andi Suardi.


Editor : Kastolani Marzuki