Lokasi gudang penimbunan BBM subsidi di Lampung Utara (Jimi Irawan/MNC Portal)
Jimi Irawan

LAMPUNG UTARA, iNews.id - Polisi menggerebek gudang yang diduga menjadi tempat penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Lampung Utara. Pemilik gudang mengaku hanya mengambil keuntungan Rp1.000 per liternya.

Pemilik gudang, Jaelani mengatakan, dirinya menjalani profesi pengecoran BBM ini sudah berlangsung lama yakni sekitar 15 tahun.

Dalam menjalani profesinya dirinya mengaku memiliki surat dokumen atas kebijakan dari Camat dan Kepala Desa setempat.

"Sudah tahunan, sudah ada surat kebijaksanaan dari pemerintah setempat yakni Camat dan Pak Kades," kata Jaelani Selasa (13/9/2022).

Dikatakannya, ribuan liter BBM bersubsidi jenis Solar dan pertalite ini dibeli dari SPBU yang berada di Desa Kalibalangan. Kemudian lanjut dia, solar dan pertalite ini dijual ke wilayah kecamatan Bungamayang.

"Untuk pertalite dibeli Rp10.000 per liter, setiap jerigen isi 34 liter. Kemudian kita dikenakan biaya tambahan Rp5.000," katanya.

Lebih lanjut, Jaelani menjelaskan dirinya mengambil keuntungan dari nilai jual pertalite per liter sebesar Rp1.000.

"Kami beli Rp10.000 perliter, jual kepada konsumen di Bungamayang Rp11.000. Kami hanya ngambil keuntungan dari jatah cor dan ongkos saja," katanya.

Saat ini, pemilik gudang di Desa Kalibalangan kecamatan Abung Selatan Lampung Utara, menghilang tak lama setelah penggerbekan berlangsung.

Padahal dilokasi saat itu ada Kapolres Lampung Utara (Lampura) AKBP Kurniawan Ismail dan Dandim 0412 Letkol. Inf. Andi Sultan dan sejumlah aparat TNI dan Polri yang ikut serta dalam penggerebekan.

Sebelum kabur, Jaelani sang pemilik gudang sempat dimintai keterangan oleh awak media.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto

BERITA TERKAIT