JAKARTA, iNews.id - Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada Jumat (10/7/2026) sore. Letusan tersebut memunculkan kolom abu vulkanis berwarna hitam dengan tinggi sekitar 200 meter di atas puncak gunung.
Berdasarkan laporan petugas pengamatan gunung api Rioboniek Situmorang, erupsi terjadi pada pukul 16.57 WIB. Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal mengarah ke utara, timur laut, dan barat laut.
"Terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau pada hari Jumat, 10 Juli 2026, pukul 16:57 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 200 meter di atas puncak," tulis Badan Geologi dikutip Jumat (10/7/2026).
Aktivitas erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 44,3 milimeter dan durasi selama 40 detik.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau. Masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki diminta tidak mendekati kawasan gunung api tersebut.
PVMBG melarang aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau demi keselamatan masyarakat. Warga juga diimbau untuk tetap mengikuti informasi resmi terkait perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau dari pihak berwenang.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait