LAMPUNG, iNews.id – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Lampung, kembali meningkat. Gunung api aktif ini erupsi, Kamis (8/10/2026) malam WIB. Namun, tinggi kolom abu tidak teramati.
"Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Kamis, 08 Oktober 2026, pukul 18:28 WIB. Visual letusan tidak teramati. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung," tulis PVMBG.
Meski sempat mereda setelah sebelumnya berada di Level III (Siaga), saat ini status Gunung Anak Krakatau masih bertahan pada Level II (Waspada).
Petugas mengimbau keras para wisatawan, nelayan, maupun warga untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam radius aman dua kilometer dari kawah aktif.
Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau erupsi beruntun pada Senin (5/10/2026) dalam selang waktu hanya belasan menit.
Erupsi pertama pukul 20.13 WIB. Selang 15 menit kemudian, erupsi susulan kembali meluncur pada pukul 20.28 WIB.
Meskipun tinggi kolom abu tidak teramati secara visual akibat kondisi di lapangan, letusan terekam jelas pada amplitudo seismograf hingga 33 milimeter dengan durasi sekitar 1 menit 1 detik.
Sebaran abu vulkanik terpantau melayang di sekitar area gunung bergerak perlahan dengan kecepatan sembilan kilometer per jam.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait