JAKARTA, iNews.id - Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Lampung, kembali erupsi pada Rabu (21/10/2026) siang WIB. Erupsi terjadi pada pukul 11.45 WIB.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tinggi kolom abu vulkanik mencapai 500 meter. Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal kea rah barat laut.
"Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Rabu, 21 Oktober 2026, pukul 11:45 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 500 m di atas puncak (± 657 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung," tulis PVMBG dalam keterangannya.
Saat ini, Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level III atau Siaga. PVMBG mengimbau masyarakat, pengunjung, wisatawan dan pendaki untuk tidak memasuki maupun melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.
Selain itu, masyarakat dan pengunjung dilarang memasuki area dalam radius 1 kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunung Anak Krakatau.
PVMBG juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, serta erupsi sekunder akibat kontak panas lava dengan air laut maupun air hujan dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait