Ilustrasi suami membunuh istri (iNews.id)

Sementara Kepala Timsus Satnarkoba Polres Metro Jakarta Barat AKP Anggoro Winardi mengatakan, dalam kasus-kasus yang ditangani polisi, sakit hati hingga berniat melukai pasangannya memicu sejumlah kasus KDRT berujung pembunuhan. Meski demikian, terbunuhnya korban KDRT umumnya disebabkan situsional.

"Artinya tergantung kondisinya. Bukan berniat benar benar membunuh," kata AKP Anggoro Winardi.

Mantan Kanit Reskrim Polsek Kalideres ini menuturkan, umumnya kasus KDRT yang terjadi berujung terbunuhnya karena hanya ingin melukai. Misalnya, seorang suami yang pulang ke rumah melihat istrinya chatting dengan orang merasa cemburu sehingga ingin melukai korban.

Namun, emosi yang tak terbendung dan bablas membuat korbannya terbunuh. Ada juga dalam beberapa kasus motif ekonomi yang berujung pembunuhan. Misalnya, keluhan suami yang bosan dengan makanan si istri yang tak variatif, contoh disuguhkan telor setiap pulang.

Karena kecewa, dia kemudian menyampaikan hal itu dan dibalas istri yang terus-menerus cerewet. Di situlah akhirnya suami yang emosi kebablasan dan melukai korbannya.

"Ini yang umumnya terjadi. Sifatnya situasional, tergantung emosi pelaku, tak bisa terkendali," katanya.


Editor : Maria Christina

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network