Perkembangan itu mulai tercermin dari sisi usaha. Prayitno menyebut omzet dan penjualannya menunjukkan tren peningkatan. Ketika ditanya mengenai besarannya, ia memperkirakan pertumbuhan tersebut mencapai sekitar 30 persen.
Bagi Prayitno, kenaikan tersebut ikut membuka ruang untuk membawa lebih banyak hasil panen petani ke pasar. Ketika jaringan penjualan bertambah, kemampuan untuk menampung hasil kebun warga juga ikut berkembang. Dari satu petani ke petani lain, pertumbuhan usaha perlahan menjadi peluang bersama.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, melalui program Klasterku Hidupku, BRI terus mendorong kelompok usaha berbasis potensi lokal agar semakin kuat dari sisi kapasitas usaha, jaringan, dan akses pasar.
“Potensi ekonomi daerah akan semakin kuat ketika pelaku usaha di dalamnya dapat tumbuh bersama. Dengan demikian, pengembangan klaster tidak hanya diarahkan pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga bagaimana membuka akses pasar, memperkuat jaringan usaha, dan menciptakan lebih banyak peluang agar manfaat pertumbuhan dapat dirasakan masyarakat di sekitarnya,” ujar Dhanny.
Hingga September 2026, BRI telah mengembangkan lebih dari 45 ribu klaster usaha di berbagai daerah melalui program Klasterku Hidupku sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem usaha produktif berbasis komunitas.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait