Polda Lampung menangkap Sudiono alias Praka di Kecamatan Sunggal, Medan, dalam pengembangan kasus dugaan peredaran uang palsu senilai Rp980 juta.(Foto: Tangkapan layar video).

BANDAR LAMPUNG, iNews.id - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung menangkap Sudiono alias Praka, mantan bakal calon Bupati Deli Serdang, Sumatera Utara, terkait dugaan jaringan peredaran uang palsu senilai Rp980 juta. Pelaku ditangkap di Kecamatan Sunggal, Kota Medan, setelah polisi mengembangkan penyidikan kasus pengiriman uang palsu lintas Sumatera-Jakarta.

Dalam kasus ini, Sudiono diduga berperan sebagai pihak yang menyuruh sekaligus menyimpan 9.800 lembar uang palsu pecahan Rp100.000. Total nilai uang palsu tersebut mencapai Rp980 juta.

Nama Sudiono sebelumnya pernah muncul dalam kontestasi politik di Kabupaten Deli Serdang. Dia tercatat sebagai bakal calon bupati dari jalur perseorangan pada Pilkada 2013.

Penangkapan Sudiono merupakan hasil pengembangan penyidikan terhadap Azizir Wicaksono. Sebelumnya, Azizir ditangkap di kawasan Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, saat hendak menuju Jakarta.

Dari hasil penyidikan, polisi menduga pengiriman uang palsu dari Medan menuju Jakarta telah dilakukan sebanyak dua kali. Pengiriman pertama berlangsung pada Agustus 2025 dengan jumlah 5.000 lembar uang palsu pecahan Rp100.000 atau senilai Rp500 juta.

Sementara itu, pengiriman kedua pada 2026 berhasil digagalkan polisi melalui operasi Seaport Interdiction di Pelabuhan Bakauheni. Uang palsu tersebut diangkut menggunakan bus dari Medan menuju Jakarta sebelum akhirnya diamankan petugas.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, polisi menduga uang palsu tersebut merupakan sisa Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 yang disimpan. Uang itu diduga akan kembali digunakan untuk membiayai aksi demonstrasi di Jakarta.

"Kami telah melakukan penangkapan terhadap atas nama Sugiono alias Praka pada 27 Oktober 2026 pukul dua siang di Kota Medan. Peran tersangka sebagai pihak yang menyuruh termasuk menyimpan uang palsu," ujar Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Lampung Jackson Jeremia, Selasa (3/11/2026).

Dia mengatakan, penyidikan kasus tersebut masih terus dikembangkan. Polisi berupaya mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan peredaran uang palsu lintas provinsi.

Polda Lampung juga terus menelusuri pihak-pihak yang diduga berada di balik pengiriman dan penyimpanan uang palsu tersebut. "Berdasarkan hasil pemeriksaan, uang palsu ini disimpan oleh pelaku hasil atau sisa dari Pilkada Serentak 2024," ucapnya.


Editor : Kurnia Illahi

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network