Selain itu, pelabuhan swasta seperti BBJ dan Wika Beton juga akan dilibatkan untuk membantu melayani penumpang dan kendaraan yang menyeberang di Selat Sunda. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan di pelabuhan serta memperlancar arus mudik dan arus balik.
Terkait tarif penyeberangan, ASDP memastikan tahun ini tidak ada program diskon tiket. Namun akan diterapkan kebijakan single tarif bagi seluruh layanan penyeberangan.
“Untuk mudik ini kami menerapkan kebijakan single tarif sehingga seluruh layanan penyeberangan tidak lagi membedakan tiket reguler dan eksekutif,” kata Partogi.
Dengan berbagai persiapan tersebut, ASDP berharap penyelenggaraan angkutan mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Bakauheni dapat berjalan aman, lancar dan nyaman bagi masyarakat yang bepergian antara Pulau Jawa dan Sumatra.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait