Ratusan truk pengangkut sembako tertahan berjam-jam di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni Lampung. (Foto: iNews)

LAMPUNG SELATAN, iNews.id – Ribuan truk pengangkut sembako, buah-buahan, dan sayuran tertahan hingga lebih dari 24 jam di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. Insiden itu memicu kemacetan horor di Jalan Lintas Timur (Jalinsum) Sumatera pada arus balik Lebaran 2026. 

Antrean kendaraan terpantau mengular lebih dari dua kilometer, berpusat di akses menuju Pelabuhan BBJ dan Pelabuhan Sumur Makmur Abadi. Ketidakpastian jadwal penyeberangan membuat para sopir logistik terjebak dalam situasi sulit. 

Kondisi ini berdampak fatal pada komoditas pangan yang dibawa. Akibat waktu tunggu yang terlalu lama di bawah terik matahari, muatan berupa sayuran dan buah-buahan mulai mengalami pembusukan. Para pemilik barang menaksir kerugian total akibat keterlambatan ini mencapai puluhan miliar rupiah.

"Kami sudah menunggu sejak kemarin, tapi belum ada kejelasan kapan bisa naik kapal. Sayuran di bak sudah mulai layu dan busuk, ini kerugian besar bagi kami," ujar Hongki, salah satu sopir truk pengangkut buah, Kamis (26/3/2026). 

Kemacetan parah ini diduga dipicu oleh sistem pengaturan penyeberangan yang tidak efektif. Seluruh truk barang diwajibkan melakukan pemindaian (scan) tiket di Pelabuhan BBJ sebelum diarahkan ke Pelabuhan Sumur Makmur Abadi, yang menyebabkan penumpukan di satu titik. 

Kondisi di lapangan semakin krodit setelah sejumlah sopir yang frustrasi nekat melawan arus di ruas Desa Sumur. Hal ini membuat arus lalu lintas di Jalan Lintas Timur terkunci total dan sulit dikendalikan oleh petugas. 

Ironisnya, Pelabuhan Wika Beton yang sejak awal disiapkan untuk mengurai kepadatan justru terlihat kosong pada puncak kemacetan.


Editor : Kastolani Marzuki

Halaman Selanjutnya
Halaman :
1 2
BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network