Polres Lamsel mengamankan mobil pikap yang kedapatan mengangkut 22 jeriken berisi Biosolar. (Foto: Indra Siregar)
Indra Siregar

KALIANDA, iNews.id - Polres Lamsel menangkap terduga pelaku penimbun BBM bersubsidi berinisial AS (25) di Jalan Lintas Timur, Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang, pada Senin (5/9/2022). Ia ditangkap karena diduga menimbun 37 jeriken berisi BBM bersubsidi jenis Biosolar seberat total 1.227 liter.

Kapolres Lamsel AKBP Edwin mengatakan, AS diamankan oleh tim buser saat melakukan patroli. Mereka menemukan sebuah mobil pikap Daihatsu Grand Max berwarna hitam yang mencurigakan.

Saat dihentikan, pikap tersebut kedapatan membawa 22 jeriken berisi Biosolar. Saat diinterogasi, dia mengakui masih ada 15 jeriken berisi Biosolar lainnya yang tersimpan di rumah.

“Keterangan yang diperoleh dari pengemudi bahwa akan dijual kembali ke warga nelayan di Kuala Jaya Kecamatan Sragi Kabupaten Lampung Selatan dengan keuntungan per jerigen Rp.15.000. Solar tersebut dibeli dari warga yang mengatasnamakan nelayan, namun disalahgunakan dengan mendapat keuntungan untuk dijual kembali,” kata Edwin, Jumat (9/9/2022).

Dia mengatakan, AS terpaksa melakukan tindak pidana tersebut karena terhimpit ekonomi.

Dari tangan AS, polisi mengamankan satu unit mobil pikap Daihatsu Grand Max dan 37 jeriken berisi Biosolar seberat 1.221 liter.

Pelaku dijerat dengan Pasal 55 Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja Perubahan atas Undang-Undang RI Tahun Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Dia terancam pidana penjara 6 tahun dan denda Rp60 miliar.


Editor : Rizky Agustian

BERITA TERKAIT