17 Panitia Diksar Pecinta Alam FISIP Unila Ditahan terkait Kematian Aga Trias

Andres Afandi ยท Rabu, 09 Oktober 2019 - 22:23 WIB
17 Panitia Diksar Pecinta Alam FISIP Unila Ditahan terkait Kematian Aga Trias
Sebanyak 17 panitia diksar pecinta alam UKM Cakrawala Universitas Lampung ditahan di Mapolres Pesawaran terkait kasus tewasnya seorang mahasiswa dalam diksar tersebut. (Foto: iNews.id/Andres Afandi)

PESAWARAN, iNews.idPolres Pesawaran, Provinsi Lampung menahan 17 panitia pendidikan dasar (diksar) pecinta alam UKM Cakrawala yang menewaskan Aga Trias Tahta, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung (Unila).

Penahanan itu dilakukan setelah mereka ditetapkan tersangka. Mereka sebelumnya diperiksa intensif selama 24 jam oleh penyidik.

Ke-17 panitia yang ditetapkan tersangka ini terdiri atas empat mahasiswi dan 13 mahasiswa. 

Kapolres Pesawaran, AKBP Popon Ardianto Sunggoro mengatakan, penahanan terhadap 17 tersangka ini setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik dengan meminta keterangan panitia diksar UKM Cakrawala.

“Dari hasil olah TKP serta gelar perkara terhadap kasus ini, penyidik menyimpulkan terdapat indikasi kuat adanya unsur penganiayaan dan kelalaian hingga menimbulkan korban jiwa,” kata AKBP Popon, Rabu (9/10/2019).

Kapolres mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik masing-masing tersangka memiliki peran dan andil yang berbeda hingga mengakibatkan korban Aga meninggal dunia saat mengikuti Diksar UKM Cakrawala di Desa Cikoak, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Lampung pada 26 September 2019 lalu.

“Para panitia diksar diketahui memiliki peran melakukan penganiayaan secara bersama-sama,” katanya.

Para tersangka yang merupakan panitia penyelenggara Diksar Pencinta Alam UKM Cakrawala ini langsung ditahan di Mapolres Pesawaran.

Diketahui, Aga Trias Tahta, mahasiswa Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Lampung (Unila) meninggal dunia saat mengikuti kegiatan pendidikan dasar (diksar) yang digelar unit kegiatan mahasiswa (UKM) Pencinta Alam Unila.

Dari beberapa foto yang diterima pihak keluarga, ada sejumlah luka di tubuh korban seperti kaki, tangan dan wajah.

Sedangkan satu mahasiswa lagi hingga kini masih menjalanai perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Bandar Lampung.


Editor : Kastolani Marzuki