Kamu Harus Tahu, Ini Sejarah Bioskop di Indonesia

Tika Vidya Utami ยท Selasa, 21 September 2021 - 21:01:00 WIB
Kamu Harus Tahu, Ini Sejarah Bioskop di Indonesia
Ilustrasi Bioskop (Antara)

JAKARTA, iNews.id - Bioskop menjadi salah satu hiburan masyarakat untuk mengisi kebosanan ataupun mengisi waktu luang. Sejak Covid-19, pemerintah melarang pengoperasioan bioskop, alasannya agar kasus Covid-19 di Indonesia tak bertambah.

Beruntung, setelah hampir 1,5 tahun, bioskop akhirnya diizinkan beroperasi pada 16 September 2021. Bioskop yang diperbolehkan beroperasi, yaitu yang berada di wilayah PPKM Level 2 dan Level 3.

Namun, tahu kah kamu sejarah bioskop di Indonesia?

Eni Setianti dkk dalam Ensiklopedia Jakarta 3 (2009) menjelaskan, bioskop pertama kali dikenal masyarakat Indonesia pada Desember 1900 di Jalan Tanah Abang 1, Kebon Jahe, Jakarta Pusat. Ketika itu, bioskop menyerupai bangsal dengan dinding dari bambu atau kayu dan beratapkan kaleng atau seng. 

Bioskop didirikan oleh pengusaha Belanda bernama Talbot. Harga yang dipatok untuk menonton bioskop ketika itu adalah kelas 1 dengan harga dua gulden, kelas 2 dengan harga satu gulden, sementara kelas 3 dengan setengah gulden.

Film yang pertama kali diputar adalah "Sri Baginda Maharatu Belanda bersama Pangeran Hertog Hendrick memasuki Ibu Kota Belanda, Den Haag". Film ini masih berwarna hitam putih, belum terdapat dialog dan hanya diiringi musik.

Sementara itu, seorang pengusaha bernama Schwarz juga mendirikan bioskop di Jalan Kebon Jahe, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Namun bioskop tersebut hangus terbakar.

Kemudian pada 1903, muncul bioskop Jules Francois de Calonne di Deca Park. Pemutaran film pada bioskop ini diputar di lapangan terbuka atau yang biasa disebut 'misbar' alias gerimis bubar. 

Selain di Jakarta, daerah lainnya yang sudah mempunyai bioskop adalah Bandung. Bandung pertama kali mempunyai bioskop pada 1905. 

Bioskop ini bernama Helios yang terletak di Jalan Braga. Pada 1951, diresmikan bioskop Metropole yang terletak di kawasan Megaria, Jakarta Pusat. Saat itu Metropole dikenal sebagai bioskop termewah dan termegah. Bioskop Metropole dilengkapi dengan 1.700 tempat duduk, memiliki teknologi ventilasi peniup dan penyedot, ruang dansa hingga kolam renang yang berada di lantai paling atas. 

Hingga saat ini Metropole menjadi bioskop tertua di Indonesia yang masih beroperasi. Setelah kehadiran Metropole, jumlah bioskop mengalami peningkatan. Sejak 1987, bioskop mempunyai konsep sinepleks. Sinepleks biasanya mempunyai lebih dari satu layar dan berada di pertokoan, pusat perbelanjaan, mal. Pada 2000, bioskop makin banyak di Indonesia. 

Editor : Nur Ichsan Yuniarto

Bagikan Artikel: