Kasus Mafia Tanah di Lampung, Tersangka dari Pensiunan Polri, Kades hingga Kasatpol PP

Yuswantoro ยท Sabtu, 01 Oktober 2022 - 15:36:00 WIB
Kasus Mafia Tanah di Lampung, Tersangka dari Pensiunan Polri, Kades hingga Kasatpol PP
Polda Lampung saat ekspose kasus mafia tanah dengan lima tersangka mulai dari pensiunan Polri, kades hingga Kasatpol PP. (Foto : iNews/Yuswantoro)

BANDARLAMPUNG, iNews.id - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Lampung menangkap lima mafia tanah di Lampung Selatan. Mereka ditetapkan tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen sertifikat hak milik (SHM) pada tanah seluas 10 hektare di Desa Malang Sari, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Lampung Selatan.

Kelima tersangka yang ditangkap tersebut merupakan seorang pensiunan Polri berinisial SJO (80), Kades Gunung Agung Lampung Timur berinisial SYT (68), Kepala Satpol PP Lampung Timur berinisial SHN (58), seorang notaris dan PPAT berinsial RA (49) serta juru ukur pada Kantor BPN Kabupaten Pesisir Barat berinisial FBM (44).

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, sebelumnya tersangka FBM pernah menjadi juru ukur pada Kantor BPN Kabupaten Lampung Selatan.

"Mereka semua terlibat tindak pidana membuat dan menggunakan surat palsu serta menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam akta autentik yang terjadi dalam rangkaian proses penerbitan enam buku SHM atas objek tanah seluas 10 hektare," ujarnya dalam konferensi pers di Mapolda Lampung, Jumat (30/9/2022).

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Lampung Kombes Pol Reynold Hutagalung menambahkan, peristiwa tersebut terjadi pada Juni 2020. Saat itu, tersangka SJO yang merupakan pensiunan Polri menjualkan objek tanah seluas 10 hektare yang berada di Desa Malang Sari, Kabupaten Lampung Selatan dengan menggunakan dokumen pendukung kepemilikan diduga palsu.

Dokumen tersebut dibuatkan tersangka SYT selaku Kades Gunung Agung, Lampung Timur dan dikuatkan tersangka SHN atas permintaan SJO terkait letak wilayah administrasi objek tanah miliknya yang semula berada di Desa Gunung Agung, Lampung Timur beralih menjadi berada di Desa Malang Sari, Lampung Selatan.

"Kemudian objek tanah itu dijualkan oleh tersangka SJO kepada saksi AM dengan diatasnamakan tersangka SJO bersama lima orang anak-anak serta keponakannya sebagai penjual dengan dibantu tersangka RA selaku notaris dan PPAT Lampung Selatan untuk membuatkan akta jual beli yang isinya memuat keterangan palsu atas transaksi jual beli tersebut," katanya.

Editor : Donald Karouw

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: