Keinginan Jadi Tahanan Kota Dikabulkan, Terdakwa Kasus Pupuk Nangis

Antara · Rabu, 15 Juni 2022 - 16:15:00 WIB
Keinginan Jadi Tahanan Kota Dikabulkan, Terdakwa Kasus Pupuk Nangis
Suasana haru menyelimuti Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Bandarlampung. (Antara)

BANDARLAMPUNG, iNews.id - Suasana haru menyelimuti Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Bandarlampung. Kali ini, terdakwa kasus peredaran pupuk ilegal menangis terharu setelah permohonannya dikabulkan oleh hakim.

Empat terdakwa itu menangis usai Ketua Majelis Hakim Syamsul Arief mengabulkan permohonan untuk pengalihan penahanan para terdakwa pada sidang Selasa lalu (14/6/2022).

"Menetapkan untuk dialihkan tahanan empat terdakwa dari tahanan Rutan menjadi tahanan kota," kata Syamsul.

Empat terdakwa perkara pupuk ilegal tersebut bernama Ketut Gatre warga Pringsewu juga sebagai Komisaris Utama perusahaan produksi pupuk PT Gahendra Abadi Jaya (GAJ), Subhan warga Lampung Tengah selaku Komisaris GAJ, Tri Setiyo Dewantoro warga Pringsewu selaku Direktur GAJ, dan Hendri Ardiansyah yang juga sebagai Direktur PT GAJ.

Empat terdakwa usai menjalani sidang dengan agenda saksi itu pun kemudian langsung sujud syukur dan memeluk istrinya dan keluarganya yang hadir dalam persidangan tersebut.

Editor : Nur Ichsan Yuniarto

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: