4 Lagu Daerah Lampung dan Maknanya

Kezia Veronica Corne ยท Minggu, 07 November 2021 - 10:53:00 WIB
4 Lagu Daerah Lampung dan Maknanya
Ilustrasi. Ada empat lagu daerah yang terkenal di Lampung (Foto: Istimewa)

BANDAR LAMPUNG, iNews.id – Lagu daerah Lampung dan maknanya yang sering digunakan dalam berbagai acara adat. Selain wisata alamnya yang indah, Lampung juga terkenal akan keunikan adatnya yang masih kental. 

Masyarakat adat Lampung memiliki banyak lagu daerah Lampung. Beberapa diantaranya masih sering diajarkan di sekolah dasar hingga tingkat atas di Lampung sebagai salah satu upaya pelestarian adat Lampung. Empat diantaranya adalah lagu Bumi Lampung, lagu Cangget Agung, Sang Bumi Ruwa Jurai, dan lagu Lipang Lipangdang.
Berikut 4 lagu daerah Lampung dan maknanya.

1. Bumi Lampung

Lirik lagu Bumi Lampung:

Sangun kak jak zaman ho (dari jaman dulu)
Lampung ghadu dikenal (Lampung telah dikenal)
Hasilno kupi lado (menghasilkan kopi dan lada)
Jadi idaman kaum modal (menjadi idaman kaum bermodal)
Wawai pemandangannyo (indah pemandangannya)
Jak pinggeh Teluk Lampung (dari pinggir Teluk Lampung)
Pek ulun besoko-soko (orangnya dari bermacam-macam suku)
Lamun gham di nggak gunung (ada yang tinggal di gunung)

Sang Bumi Ghuwa Jughai (satu bumi dua macam)
Eno lambang sai agung (itulah lambang yang agung)
Lapah gham jamo-jamo (marilah bersama-sama)
Guwai ngebangun bumi Lampung (untuk membangun bumi Lampung)
Sang Bumi Ghuwa Jughai (satu bumi dua macam)
Eno lambang sai agung (itulah lambang yang agung)
Lapah gham jamo-jamo (marilah bersama-sama)
Guwai ngebangun bumi Lampung (untuk membangun bumi Lampung)

Lagu Bumi Lampung ini sendiri menceritakan tentang kekayaan tanah Lampung yakni komoditas rempahnya yang berupa kopi dan landa. Alam Lampung yang indah dan bisa dinikmati saat berkunjung ke Lampung. Makna yang terkandung dalam lagu ini adalah rasa syukur atas kekayaan hasil bumi dan keindahan alam Lampung, serta mengajak masyarakatnya agar dapat memajukan Lampung bersama-sama. 

2. Cangget Agung


Lirik lagu Cangget Agung:

Sessat agung sai wawai (rumah adat yang bagus)
Talo butaboh tarei cangget (tala bertabuh tari cangget)

Gawei adat tano tegoh cakak pepadun (pesta adat hingga naik pepadun)
Adat budayo Lampung (adat budaya Lampung)

Nayah temmen ragem wawaino (banyak sekali ragam gambarnya)
Jepanada, garudano rato sebatin (singgasana, garudanya sesuai kedudukan)

Cangget agung (2x) (tari agung 2x)
Muli batangan (gadis tuan rumah)
Dilem kutomaro (2x) (di dalam kereta singgasana 2x)
Mejjeng busanding (duduk bersanding)

Gawei adat Lampung (2x) (upacara adat Lampung 2x)
Jak zaman tuho (sejak jaman dulu)

Lapah gham jamo-jamo (mari kita bersama-sama)
Ngelestariken adat Lampung (melestarikan adat Lampung)

Lagu ini lahir dari tradisi masyarakat adat Lampung, yakni upacara cangget agung atau begawi. Makna lagu Cangget Agung adalah tentang kenaikan tahta dan pernikahan seseorang yang harus dibarengi dengan penuh tanggung jawab. Lagu ini juga mengajak para muda-mudi Lampung untuk tetap melestarika adat Lampung sebagai identitas mereka. 

Editor : Muhammad Fida Ul Haq

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: