Lagu Daerah Lampung, Ada Lipang Lipang Dang tentang Percintaan Bujang dan Gadis

Kezia Veronica Corne ยท Selasa, 09 November 2021 - 15:10:00 WIB
Lagu Daerah Lampung, Ada Lipang Lipang Dang tentang Percintaan Bujang dan Gadis
Ilustrasi, masyarakat adat Lampung memiliki banyak lagu daerah, di antaranya masih sering diajarkan di sekolah. (Foto: Instagram).

BANDAR LAMPUNG, iNews.idLagu daerah Lampung dan maknanya sering digunakan dalam berbagai acara adat. Selain wisata alamnya yang indah, Lampung juga terkenal akan keunikan adatnya yang masih kental. 

Masyarakat adat Lampung memiliki banyak lagu daerah. Beberapa di antaranya masih sering diajarkan di sekolah dasar hingga tingkat atas di Lampung sebagai salah satu upaya pelestarian adat. 

Lagu daerah Lampung, di antaranya Bumi Lampung, lagu Cangget Agung, Sang Bumi Ruwa Jurai dan Lipang Lipangdang.

Berikut empat lagu daerah Lampung dan maknanya :

1. Lirik Bumi Lampung

Sangun kak jak zaman ho (dari jaman dulu)
Lampung ghadu dikenal (Lampung telah dikenal)
Hasilno kupi lado (menghasilkan kopi dan lada)
Jadi idaman kaum modal (menjadi idaman kaum bermodal)
Wawai pemandangannyo (indah pemandangannya)
Jak pinggeh Teluk Lampung (dari pinggir Teluk Lampung)
Pek ulun besoko-soko (orangnya dari bermacam-macam suku)
Lamun gham di nggak gunung (ada yang tinggal di gunung)

Sang Bumi Ghuwa Jughai (satu bumi dua macam)
Eno lambang sai agung (itulah lambang yang agung)
Lapah gham jamo-jamo (marilah bersama-sama)
Guwai ngebangun bumi Lampung (untuk membangun bumi Lampung)
Sang Bumi Ghuwa Jughai (satu bumi dua macam)
Eno lambang sai agung (itulah lambang yang agung)
Lapah gham jamo-jamo (marilah bersama-sama)
Guwai ngebangun bumi Lampung (untuk membangun bumi Lampung)

Lagu Bumi Lampung ini menceritakan tentang kekayaan tanah Lampung, yakni komoditas rempahnya yang berupa kopi dan landa. Alam Lampung yang indah dan bisa dinikmati saat berkunjung ke Lampung. Makna yang terkandung dalam lagu ini merupakan rasa syukur atas kekayaan hasil bumi dan keindahan alam Lampung serta mengajak masyarakatnya agar dapat memajukan Lampung bersama-sama. 

2. Lirik lagu Cangget Agung

Sessat agung sai wawai (rumah adat yang bagus)
Talo butaboh tarei cangget (tala bertabuh tari cangget)

Gawei adat tano tegoh cakak pepadun (pesta adat hingga naik pepadun)
Adat budayo Lampung (adat budaya Lampung)

Nayah temmen ragem wawaino (banyak sekali ragam gambarnya)
Jepanada, garudano rato sebatin (singgasana, garudanya sesuai kedudukan)

Cangget agung (2x) (tari agung 2x)
Muli batangan (gadis tuan rumah)
Dilem kutomaro (2x) (di dalam kereta singgasana 2x)
Mejjeng busanding (duduk bersanding)

Gawei adat Lampung (2x) (upacara adat Lampung 2x)
Jak zaman tuho (sejak jaman dulu)

Lapah gham jamo-jamo (mari kita bersama-sama)
Ngelestariken adat Lampung (melestarikan adat Lampung)

Lagu ini lahir dari tradisi masyarakat adat Lampung, yakni upacara cangget agung atau begawi. Makna lagu Cangget Agung tentang kenaikan tahta dan pernikahan seseorang yang harus dibarengi dengan penuh tanggung jawab. 

Lagu ini juga mengajak para muda-mudi Lampung untuk tetap melestarikan adat Lampung sebagai identitas mereka. 

3. Lirik lagu Sang Bumi Ruwa Jurai

Jak ujung danau ranau (dari ujung Danau Ranau)
Teilu mit Way Kanan (melewati Way Kanan)
Sampai Pantai Lawok Jawo (sampai pantai laut Jawa)
Pesisir rik Pepadun (Pesisir dan Pepadun)
Jadi sai di lom lambang (jadi satu di dalam rumah)
Lampung sai kayo rayo (Lampung yang kaya raya)

Lampung sai (Lampung satu)
Sang bumi ruwa jurai (satu bumi dua macam)
Lampung sai (Lampung satu)
Sang bumi ruwa jurai (satu bumi dua macam)

Ki ham haga burasa (jika kamu ingin merasakan)
Hujaini pemandangan (hijaunya pemandangan)
Huma lada di pematang (kebun lada di pematang)
Apilagi cengkehni (apalagi cengkehnya)
Telambun beruntaian (banyak beruntaian)
Tandani kemakmuran (tandanya kemakmuran)

Lampung sai (Lampung satu)
Sang bumi ruwa jurai (satu bumi dua macam)
Lampung sai (Lampung satu)
Sang bumi ruwa jurai (satu bumi dua macam)

Canggat bara bulagu (penghormatan pemuka adat (pepadun))
Sambah jama Saibatin (penghormatan pemuka adat (Saibatin))
Sina gawi adat sikam (itulah aturan adat kami)
Manjau rik sebambangan (berkunjung dan larian)
Tari rakot rik melinting (tari ragat melinting)
Cirini ulun Lampung (tandanya orang Lampung)

Lampung sai (Lampung satu)
Sang bumi ruwa jurai (satu bumi dua macam)
Lampung sai (Lampung satu)
Sang bumi ruwa jurai (satu bumi dua macam)

Lagu Sang Bumi Ruwa Jurai merupakan salah sau lagu adat Lampung yang paling banyak diperdengarkan di daerah Lampung. Lagu ini memiliki makna dalam satu bumi (Lampung) terdapat dua cabang yakni pesisir (saibatin) dan pepadun. Dalam artian lain, dua macam yang dimaksud, yaitu penduduk Lampung asli dan pendatang. Lagu ini juga menceritakan tentang melimpahnya hasil bumi Lampung dan lambang kemakmuran. 

4. Lirik lagu Lipang Lipang Dang

Pang lipang dang pang lipang dang ki lidang (Pang lipang dang pang lipang dang ki lidang)
Pang lipang dang sakik lipang jak kundang (pang lipang dang sakit pisah dari kekasih)
Yu yu payu yu payu kuterima (iya ya sudah kuterima)
Yu yu payu kaya dia (iya ya yang seperti dia)

Api penggali lawas pakai tembilang besi (apa untuk menggali lengkuas pakai linggis besi)

Meranai awas awas meranai awas awas (bujang berhati-hati bujang berhati-hati)
Nayah muli membudi (banyak gadis berbohong)

Kipas pas kipas pulas (kipas pas kipas pulas)
Kipas bulung tembaku (kipas daun tembakau)
Seratus lima belas seratus lima belas (seratus lima belas seratus lima belas)
Nyak haga jama niku (saya suka dengan kamu)

Mun niku kawai handak nyak munih kawai handak (kalau kamu berbaju putih saya juga berbaju putih)
Mun niku haga di nyak, nyak munih haga diniku (2x) (kalau kamu suka dengan saya, saya juga suka dengan kamu (2x))

Pang lipang dang pang lipang dang ki lidang (pang lipang dang pang lipang dang ki lidang)
Pang lipang dang sakik lipang jak kundang (pang lipang dang sakit pisah dari kekasih)
Yu yu payu yu payu kuterima (iya ya sudah kuterima)
Yu yu payu kaya dia (iya ya yang seperti dia)

Lagu Lipang Lipangdang menceritakan tentang percintaan bujang dan gadis, dalam bahasa Lampung yakni muli dan makhanai. Lagu ini menggunakan bahasa Lampung yang dipadukan dengan puisi lama jenis pantun seperti cangkang pantun, antara bujang (mekhanai) dan gadis (muli). Jika memaknai lagu ini lebih dalam, terdapat pesan-pesan cinta tentang seorang bujang yang ditinggal kekasihnya pergi. 

Selain itu, terdapat pesan bagi para bujang untuk harus berhati-hati karena banyak gadis yang berbohong sehingga bisa membuat bujang sakit hati. 

Itulah 4 lagu daerah Lampung dengan berbagai makna yang terkandung di dalamnya. Setiap lagunya memiliki pesan yang ingin disampaikan, begitu juga dengan lagu daerah Lampung. 

Editor : Kurnia Illahi

Bagikan Artikel: