Pasukan Misi Perdamaian PBB Hadapi Konflik, Teror dan Lemparan Granat di Jalan Juang

Nani Suherni · Sabtu, 28 Agustus 2021 - 08:40:00 WIB
Pasukan Misi Perdamaian PBB Hadapi Konflik, Teror dan Lemparan Granat di Jalan Juang
FPU 3 Minusca melaksanakan kegiatan terakhir yang disebut Jalan Juang di Lampung (Foto: dok Humas Polri)

JAKARTA, iNews.id - Sebanyak 152 personel Formed Police Unit (FPU) 3 (United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (Minusca) untuk misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di wilayah konflik Afrika Tengah, melaksanakan kegiatan terakhir yang disebut Jalan Juang. Mereka menyusuri pesisir pantai hingga menembus hutan dengan berbagai rintangannya di Tegal Mas, Lampung.

Kasatgas FPU 3 MINUSCA AKBP Raymond Marcellino Masengi, kegiatan Jalan Juang dilakukan pada Kamis (26/8/2021). Aktivitas dimulai pada pukul 09.000 WIB dan baru tuntas hingga pukul 03.00 WIB pada dini hari.

Selama kegiatan itu, Team Garuda Bhayangkara Polri ini harus melewati 5 pos yang memiliki tantangan dan hambatan di setiap posnya. Termasuk menghadapi teror dan juga lemparan granat.

“Ini merupakan kegiatan puncak kita dalam Jalan Juang yang penuh rintangan dan tantangan yang harus dihadapi dan dilalui oleh peserta untuk mendapatkan nilai terbaik," kata Raymond dikutip dari portal resmi Humas Polri, Sabtu (28/8/2021).

Di pos 1, kemampuan menembak peserta diuji. Kemudian di pos 2 mereka harus mencari puzzle sebagai petunjuk untuk menuju pos selanjutnya. Di pos 3 kaitannya dengan menguji managemen atau kerjasama team serta ketelitian dari anggota FPU 3 MINUSCA. Termasuk menghadapi teror ledakan granat.

"Di sini kemampuan managerial pimpinan sangat penting peranannya,” ucapnya lagi.

Di pos 4 mereka juga memiliki tantangan untuk menjinakkan bom di tengah hutan yang seakan-akan siap meletus jika mereka lalai. Dengan mata tertutup, mereka hanya mendengarkan suara arahan dari Komandan regu (Danru) untuk mengangkat ranjau dalam bentuk bom. 

"Salah sedikit mereka akan gagal (bom Meledak). Setiap kesalahan selalu akan kami berikan hukumannya,” ucapnya.

Editor : Nani Suherni

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: