Polisi Bongkar Pabrik Senpi Rakitan di Metro Lampung, Dijual Rp8 Juta Per Pucuk

Andres Afandi ยท Selasa, 02 Juli 2019 - 13:19:00 WIB
Polisi Bongkar Pabrik Senpi Rakitan di Metro Lampung, Dijual Rp8 Juta Per Pucuk
Polda Lampung saat gelar perkara dan menunjukkan pelaku dan barang bukti senjata api rakitan, Selasa (2/7/2019). (Foto: iNews/Andres Affandi)

BANDARLAMPUNG, iNews.id – Pabrik industri rumahan untuk pembuatan senjata api (senpi) rakitan dibongkar Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung. Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menangkap satu orang dan menyita puluhan senpi rakitan serta ratusan amunisi sebagai barang bukti.

Informasi yang dirangkum iNews, lokasi pabrik perakitan ini digerebek setelah polisi melakukan penyelidikan atas adanya iklan jual beli senpi di media sosial (medsos). Polisi kemudian menangkap pelaku berinisial YC, ketika mengambil paket barang berisi amunisi senjata dalam sebuah kantor jasa pengiriman paket barang.

Hasil pemeriksaan, pelaku YC menjual senpi rakitan buatannya secara online dengan harga Rp8 juta per pucuk dan Rp800.000 untuk tiap paket amunisi. Dia membuatnya dari bahan baku air softgun yang dimodifikasi.

Pelaku kemudian dibawa untuk menunjukkan lokasi pabrik pembuatannya. Di lokasi pabrik pembuatan senpi rakitan yang ada di wilayah Kota Metro, ditemukan puluhan senpi rakitan berbagai jenis, amunisi aktif dan bahan baku airsoft gun.

Direktur Reskrimum Polda Lampung Kombes Pol M Barly Ramadany mengungkapkan, saat ini anggotanya masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap pemasok bahan baku dan amunisi ke pelaku YC.

“Senpi rakitan ini hasil modifikasi pelaku dari airsoft gun. Penjualannya melalui online, namun saat ini masih dalam pengembangan,” ujar Barly Ramadhany saat gelar perkara di Mapolda Lampung, Selasa (2/7/2019).

Diketahui, pelaku YC saat ini ditahan di sel Mapolda Lampung untuk kepentingan penyelidikan. Pria asal Probolinggo yang telah menetap di Kota Metro tersebut harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dalam kasus penjualan senpi rakitan.

Editor : Donald Karouw