Profil Biodata Tong Sin Fu, Pelatih Bulu Tangkis Asal Lampung Pencetak Pemain Dunia

Andhika Khoirul Huda ยท Selasa, 02 Agustus 2022 - 22:12:00 WIB
Profil Biodata Tong Sin Fu, Pelatih Bulu Tangkis Asal Lampung Pencetak Pemain Dunia
Siapa yang masih ingat dengan sosok Tong Sin Fu. Dia pelatih bulu tangkis Indonesia yang sukses bikin tunggal putra China Lin Dan jadi monster. (Foto: AFP/LIU JIN)

Keberhasilannya memoles bakat-bakat terbaik pebulu tangkis Indonesia salah satunya disebabkan kebiasannya yang sangat mendetail mencatat perkembangan anak buahnya dalam sebuah jurnal yang tertata rapi. Dia juga tak pernah lupa untuk merekam latihan dan pertandingan para penggawanya.

Kemudian, Sin Fu juga terkenal sebagai seorang pelatih yang inovatif. Salah satu contoh penemuannya adalah latihan shadow di atas media pasir yang bertujuan agar kaki para pemainnya menjadi lebih kuat dan lincah. Bahkan, sampai saat ini metode latihan tersebut masih diterapkan di Pelatnas Cipayung.

Di samping itu, Sin Fu juga merupakan pelatih yang bisa memotivasi para pemainnya. Dia menanamkan pola pikir kepada mereka bahwa semua latihan keras yang mereka jalani pada akhirnya bakal berbuah manis, yakni kemenangan.

Kelebihan lainnya yang dimiliki Sin Fu adalah kepiawaiannya untuk mengenali karakter setiap anak buahnya. Dia tahu metode latihan yang tepat dan cocok dengan kemampuan masing-masing pemainnya. Alhasil, mereka bisa mencapai potensi maksimal mereka dan memiliki gaya permainan yang khas.

Sayangnya, Sin Fu hijrah dari Indonesia pada 1998 lalu dalam kondisi yang cukup menyakitkan. Dia keluar dari jabatannya sebagai pelatih Pelatnas untuk bergabung dengan klub lokal di Provinsi Fujian Tiongkok.

Padahal, sebenarnya hati Sin Fu tetap ingin berada di Indonesia. Sebab, keluarganya sudah bahagia dan hidup berkecukupan di Tanah Air serta dua anaknya pun lahir di Bumi Pertiwi.

Akan tetapi, setiap kali dia mengajukan diri untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), selalu ditolak. Seakan-akan negeri ini enggan untuk menerima keberadaannya.

Sakit hatinya pun semakin bertambah pedih karena ada seorang aparat pemerintah yang menipunya. Dia mengansurkan uang antara Rp30 sampai Rp50 juta agar permohonannya menjadi WNI diterima.

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: