Polda Lampung tangkap Abu Bakar, pengikut Khilafatul Muslimin karena sebarkan berita bohong (ANTARA/HO)
Antara

BANDARLAMPUNG, iNews.id - Chairuddin alias Abu Bakar (71) pengikut Khilafatul Muslimin ditangkap anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung atas dugaan menyebarkan berita bohong. Dia diamankan di kediamannya, Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Gunung Sulah, Kecamatan Sukarame, Kota Bandarlampung.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima penyidik, Abu Bakar terlibat dalam perkara yang sedang ditangani yaitu LP/A/612/VI/2022/SPKT.Ditreskrimum/Polda Lampung tanggal 11 Juni 2022.

"Iya benar, jajaran Ditreskrimum Polda Lampung telah mengamankan seseorang yang bernama Chairuddin alias Abu Bakar, pada Senin lalu," ujarnyam Rabu (6/7/2022).

Dia menjelaskan, Abu Bakar diduga telah menyiarkan berita atau kabar bohong dan dengan sengaja menerbitkan kebenaran di kalangan rakyat. Dia dijerat sesuai dengan Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Pandra menjelaskan, penyampaian informasi bohong tersebut tidak hanya di tengah-tengah masyarakat saja. Tetapi beredar  video Abu Bakar menyerukan pemerintah antiIslam dan berita di media. Selain itu, dia juga diduga menyebarkan hoaks pimpinan Khilafatul Muslimim Abdul Qadir Hasan Baraja ditangkap saat sedang salat subuh.

"Pernyataan itu dikeluarkan Abu Bakar usai penangkapan pimpinan tertinggi Khilafatul Muslimin Abdul Qodir Hasan Baraja oleh Polda Metro Jaya di Kantor Pusat Khilafatul Muslimin di Jalan WR Supratman, Telukbetung, Kota Bandarlampung pada 7 Juni lalu," katanya.

Menurutnya, dari penangkapan pimpinan tertingginya itulah, tersangka Abu Bakar menyampaikan informasi tidak benar. Video beredar mengenai penangkapan yang dikatakan saat salat subuh juga tidak benar. Padahal penangkapan itu setelah salat subuh dan situasinya sudah terang.

Akibat perbuatannya itu, Abu Bakar disangkakan Pasal 14 ayat 1 dan 2 dan Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang penanganan tindak pidana menyiarkan berita bohong, dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 10 tahun.

Dalam penangkapan ini, petugasl menyita sejumlah barang bukti yaitu sebuah memory card berisi video penyebaran berita bohong. Satu video pendek berisi penangkapan Ditreskrimum Polda Metro Jaya, 7 buah screenshoot komentar dari HP para saksi yang mengikuti dan menyaksikan komentar dari video tersebut di medsos.

"Informasi sementara yang kami dapat, Abu Bakar ini bukan sebagai Amir atau pimpinan Khilafatul Muslimin Kota Bandarlampung," ucapnya.


Editor : Donald Karouw

BERITA TERKAIT