Kerusakan akses jalan disebut menjadi salah satu alasan distribusi MBG belum masuk. Alih-alih menunggu, guru dan warga bergotong royong memperbaiki jalan secara swadaya agar distribusi bisa menjangkau desa mereka.
"Upaya kita supaya MBG bisa masuk kemarin membeli semen, satu guru lima sak. Jadi upaya kita untuk memperbaiki tanjakan yang ekstrem," ucapnya.
Korwil SPPG Kecamatan Penengahan memastikan dalam waktu dekat SDN 2 Rawi segera mendapatkan MBG. Distribusi akan dialihkan melalui SPPG Kecamatan Palas yang jaraknya lebih dekat dan lebih mudah diakses.
Selain SDN 2 Rawi, sejumlah sekolah lain juga bernasib serupa, di antaranya MTs Sukaraja di Kecamatan Penengahan serta SDN 1 Suka Bakti dan SDN 1 Pematang Baru di Kecamatan Palas. Dukungan masyarakat sudah ditunjukkan, kini ratusan siswa di Lampung Selatan menunggu janji itu benar-benar hadir di meja makan mereka.
"Solusinya kita sudah koordinasi sama UPT Pendidikan untuk saat ini itu kan masuk garisnya Penengahan tapi nanti kita koordinasikan ke Kecamatan Palas," ucap Korwil SPPG, Aldi Koko Yulius.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait