Adab Berdoa dan Ciri-Ciri Doa yang Dikabulkan Allah SWT

Kastolani · Selasa, 06 Juli 2021 - 21:50:00 WIB
Adab Berdoa dan Ciri-Ciri Doa yang Dikabulkan Allah SWT
Ciri-ciri doa yang dikabulkan Allah SWT. (Foto: Ilustrasi/istimewa)

Adab Berdoa

Muslim harus mengetahui adab berdoa agar dikabulkan Allah SWT. Adapun adab berdoa yakni:

1. Berendah Diri dengan Suara Lembut

Muslim dianjurkan mengucapkan doa dengan perasaan yang rendah diri, penuh harap, dan dengan suara yang lemah lembut. Allah SWT berfirman:
 
اُدْعُوْا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَّخُفْيَةً ۗاِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَۚ

Berdoalah kepada Rabbmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (QS. Al A'raf: 55)

2. Tidak Mengeraskan Suara

Berdoa hendaknya dengan suara yang lembut. Sebab, Allah SWT mengetahui rahasia yang disembunyikan oleh anak Adam dalam hatinya, sedangkan yang lebih tersembunyi ialah apa yang tidak diketahui oleh anak Adam. Pengetahuan Allah tentang apa yang telah berlalu dari hal ini dan apa yang akan datang meliputi semuanya, dan semua makhluk bagi Allah dalam hal ini sama dengan salah satu dari mereka.

وَاِنْ تَجْهَرْ بِالْقَوْلِ فَاِنَّهٗ يَعْلَمُ السِّرَّ وَاَخْفٰى

Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia yang telah tersembunyi. (QS. Thaha: 7)

3. Menyebutkan Asmaul Husna

Ketika berdoa hendaknya menyebutkan asmaul husna atau nama-nama Allah SWT yang mahabaik dan mahaindah. Allah SWT berfirman:

وَلِلّٰهِ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰى فَادْعُوْهُ بِهَاۖ وَذَرُوا الَّذِيْنَ يُلْحِدُوْنَ فِيْٓ اَسْمَاۤىِٕهٖۗ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

Hanya milik Allah asma-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.

4. Membaca Sholawat Nabi

عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَعَا بَدَأَ بِنَفْسِهِ

Dari Ubay bin Kab ia berkata, "Jika Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berdoa, maka beliau memulai dari dirinya. (HR. Abu Daud) [No. 3984 Baitul Afkar Ad Dauliah] Shahih.

5. Tidak Bertele-tele

Adab berdoa berikutnya yakni tidak meminta berlebihana atau dengan kalimat yang panjang.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَحِبُّ الْجَوَامِعَ مِنْ الدُّعَاءِ وَيَدَعُ مَا سِوَى ذَلِكَ

Dari Aisyah ra, ia berkata; Rasulullah shallAllahu waalaihi wa sallam menyukai doa-doa yang singkat padat, dan meninggalkan selain itu. (HR. Abu Daud) [No. 1482 Baitul Afkar Al Dauliah] Shahih.

6. Yakin Dikabulkan

Adab berdoa berikutnya yakin doanya akan dikabulkan oleh Allah SWT dan selalu berprasangka baik kepada-Nya.

َ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالْإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لَاهٍ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ هَذَا الْوَجْهِ سَمِعْت عَبَّاسًا الْعَنْبَرِيَّ يَقُولُ اكْتُبُوا عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُعَاوِيَةَ الْجُمَحِيِّ فَإِنَّهُ ثِقَةٌ

Dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah shallallahu waalaihi wa sallam bersabda: "Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai." Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari jalur ini. Saya mendengar Abbas Al Anbari berkata; tulislah dari Abdullah bin Muawiyah Al Jumahi bahwa ia adalah orang yang tsiqah. (HR. Tirmidzi) [No. 3479 Maktabatu Al Maarif Riyadh] Hasan.

7. Bersungguh-sungguh dan Tidak Mendikte Allah

Adab berdoa berikutnya tidak mendikte permintaan kepada Allah. Rasulullah SAW bersabda:

ِ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَعَا أَحَدُكُمْ فَلْيَعْزِمْ الْمَسْأَلَةَ وَلَا يَقُولَنَّ اللَّهُمَّ إِنْ شِئْتَ فَأَعْطِنِي فَإِنَّهُ لَا مُسْتَكْرِهَ لَهُ

Dari Anas radliallahu anhu dia berkata; Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Apabila salah seorang tengah berdoa hendaknya ia bersungguh-sungguh dalam berdoa dan janganlah mengatakan; Ya Allah jika Engkau kehendaki berilah aku… sebab Allah sama sekali tidak ada yang bisa memaksa." (HR. Bukhari) [No. 6338 Fathul Bari] Shahih.

8. Bersabar

Adab berdoa lainnya yakni bersabar dan tidak minta disegerakan.

فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ اُولُوا الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلَا تَسْتَعْجِلْ لَّهُمْ

Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka. (QS. Al Ahqaf: 35).

Editor : Nur Ichsan Yuniarto

Bagikan Artikel: