Kecelakaan Maut Jalan Tol Lampung, Ini Sosok Penolong 2 Bocah Kakak Adik yang Selamat

Heri Fulistiawan, Antara ยท Sabtu, 19 Oktober 2019 - 22:16 WIB
Kecelakaan Maut Jalan Tol Lampung, Ini Sosok Penolong 2 Bocah Kakak Adik yang Selamat
Sedan yang terbakar usai terlibat kecelakaan di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Sabtu (19/10/2019). (Foto: iNews/Heri Fulistiawan)

BANDARLAMPUNG, iNews.idKecelakaan maut di Jalan Tol Trans Sumatera Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, menewaskan empat korban yang masih satu keluarga, Sabtu (19/10/2019). Dua korban lainnya selamat dalam kecelakaan itu dan saat ini masih mendapat perawatan di Rumah Sakit Mardi Waluyo, Kota Metro.

Keduanya, Priscilia (9), dan Vania (2), ditolong dan dibawa ke rumah sakit oleh pengendara yang sedang lewat, Dian Jani Prasinta (32). Berawal saat guru Sekolah Dasar (SD) ini melihat kakak adik itu dalam keadaan terluka, duduk di pinggir jalan tol. Saat itu, Dian melewati jalan tersebut dalam perjalanan untuk mengikuti pelatihan di Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Lampung di Kota Metro.

“Saya itu mau ke Metro. Sampai TKP, melihat Priscilia dengan berlumuran darah membawa adiknya ke pinggir jalan tol. Sementara sopir-sopir yang lewat hanya menjauhkan kedua anak itu dari mobil yang terbakar,” kata Dian di Rumah Sakit Mardi Waluyo.

Dian kemudian meminta bantuan petugas kepolisian yang berada di TKP untuk menaikkan kedua anak itu ke mobilnya. Dengan begitu, dia bisa membawa mereka ke rumah sakit. Sementara dia tidak bisa langsung mendatangi keduanya karena dia datang dari arah berlawanan.

“Korban dari Kotabumi sedangkan saya mau ke Metro. Makanya saya minta tolong petugas kepolisian untuk menyeberangkan kedua anak tersebut dan membawa ke rumah sakit ini,” katanya.

Dian mengaku, selama di perjalanan sempat mengobrol dengan kedua anak itu. Dia pun mengetahui bahwa keduanya bersama kedua orang tua, seorang bibi, dan seorang anak berusia tujuh tahun bernama Mikail, sedang dalam perjalanan pulang. Mereka baru menghadiri pesta di Kotabumi saat mengalami kecelakaan.

“Saat saya tanya tinggal dan sekolah, dia bilang tinggal di Kelurahan Talang dan tidak memiliki keluarga di sana. Tapi, ada keluarga dari ibunya di Metro dan bapaknya di Kotabumi,” kata Dian tentang obrolannya dengan Priscilia.

Priscilia, siswa kelas empat SDN Talang di Telukbetung Selatan, Kota Bandarlampung, terluka bagian kepala dan tangannya karena mobil yang mereka tumpangi bersama keluarga mengalami kecelakaan di Jalan Tol Trans Sumatera. Sementara adiknya Vania mengalami lecet di kepala.

Saat ini, keduanya sudah mendapatkan perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Mardi Waluyo di Kota Metro. Meski keluarga keduanya sudah datang, dia ingin memastikan kondisi mereka baik. “Priscilia sudah bisa diajak ngomong, dia tidak tahu kondisi keluarganya,” kata dia.

Sementara itu, Kepala SDN 5 Talang, Rohani, datang dari Bandarlampung ke Metro untuk mencari keluarga muridnya setelah mendapat kabar muridnya mengalami kecelakaan. Dia awalnya berencana membawa kedua korban ke rumahnya

“Kalau tidak ada keluarga mau saya bawa ke rumah saya. Karena keluarganya itu pindah-pindah. Tapi sekarang sudah ada keluarganya,” katanya.

Diketahui, kecelakaan di KM 96 Jalan Tol Trans Sumatera, Sabtu (19/10/2019) pagi, menewaskan empat orang. Empat korban yang tewas yakni, Elisabet Yoni Saptirawati (37), Hadi Prasetyo (40), Michael Dwi Suryahadi (7), dan Kris (43).

Kecelakaan melibatkan dua jenis kendaraan, yakni truk Fuso Nomor BE 8794 HP dan mobil sedan BE 1230 BK. Para korban terjebak kobaran api saat mobil yang mereka tumpangi terbakar usai menabrak truk, sekitar pukul 06.45 WIB.

Kapolres Lampung Selatan AKBP M Syarhan mengatakan, kejadian bermula saat sedan dari arah Terbanggi menuju Bakauheni menabrak belakang truk yang bergerak di jalur lambat. Mobil sedan kemudian terbakar, pengemudi serta beberapa penumpang masih berada di dalam kendaraan saat kejadian.


Editor : Maria Christina