Polisi tangkap Ketua AEKI Lampung atas dugaan penggelapan uang Rp1,6 miliar. ANTARA/HO-Polda Lampung
Antara, Yuswantoro

BANDARLAMPUNG, iNews.id - Ketua Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) Lampung Juprius ditangkap anggota Subdit 3 Ditreskrimum Polda Lampung. Dia diamankan atas dugaan tindak pidana penggelapan uang hasil penjualan kopi senilai Rp1,629 miliar.

"Jumlah itu merupakan total barang (kopi) yang dititip untuk jualkan korban kepada tersangka Juprius dengan volume 59.507 ton," ujar Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung Kompol Rosef Efendi, Sabtu (13/8/2022).

Kronologi kejadiannya bermula saat korban SP mengirimkan kopi asker ke gudang milik tersangka sebanyak 59.507 ton pada 5 April 2017. Barang tersebut dititipkan untuk dijual senilai Rp1.629.540.000,00.

Setelah dikurang dengan biaya administrasi, biaya bongkar dan pajak penghasilan (PPH) atas penjualan biji kopi tersebut, tersangka menjanjikan akan dibayarkan sebulan kemudian.

Namun setelah kopi tersebut laku terjual, tersangka tidak memberi uang hasil penjualan kopi tersebut kepada korban. Atas kejadian ini, korban mengalami kerugian Rp1,629 miliar.

Korban SP lantas melaporkan kejadian tersebut ke Polda Lampung dengan Nomor LP/B-1428/ IX/2020/POLDA LPG/SPKT pada tanggal 16 September.

Polda Lampung kemudian melakukan penyelidikan kasus tersebut. Bahkan tersangka sempat masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak 3 Juni 2022.

Setelah penyelidikan, polisi mengetahui  keberadaan tersangka hingga dilakukan penangkapan di IPB Convention Hotel Bogor, Jawa Barat.

Dari hasil penangkapan, tersangka diketahui sebagai Ketua AEKI Lampung. Dalam kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa 1 lembar nota PT Uppenas Comodities Nomor 000211 tanggal 5 April 2017 atas nama SP yang berisi penerimaan biji kopi dengan tagihan senilai Rp1.629.540.000.

Kemudian selembar nota PT Uppenas Comodities Nomor 000218 tanggal 7 April 2017 atas nama SP yang berisi penerimaan biji kopi dengan tagihan senilai Rp1.321.250.000,00.

Selain itu, selembar nota PT Uppenas Comodities Nomor 000224 tanggal 10 April 2017 atas nama SP yang berisi penerimaan biji kopi dengan tagihan senilai Rp228.030.000,00 dan menyisakan tagihan senilai Rp128.030.000,00 serta selembar fotokopi bonggol CEK Nomor 182720 tanggal 11/09/2017 atas nama SP PJR senilai Rp1 miliar.

"Atas perbuatannya, tersangka JP dikenai Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara," kata Rosef.


Editor : Donald Karouw

BERITA TERKAIT