Kakak Adik di Lampung Makan Bangkai Kucing, Warga: Mereka Memang Depresi

iNews ยท Senin, 23 September 2019 - 17:30 WIB
Kakak Adik di Lampung Makan Bangkai Kucing, Warga: Mereka Memang Depresi
Warga mendatangi rumah Wagiman dan Suyatno yang diduga mengalami gangguan jiwa. (Foto: iNews/Jimmi).

BANDARLAMPUNG, iNews.id - Sepasang kakak adik di Kota Bandarlampung, Lampung, membuat heboh media sosial (medsos) dengan aksinya memakan bangkai kucing. Setelah ditelusuri, keduanya ternyata mengalami depresi.

Kakak adik tersebut, Wagimin (45) dan Suyatno (35), warga Kelurahan Kelapa Tujuh, Kecamatan Kotabumi, sempat membuat geger medsos. Keduanya mengaku memakan bangkai kucing.

Wagimin mengaku, ketika itu sedang ingin memakan daging. Lalu di pinggir jalan dia melihat ada kucing mati, karena itu langsung dibawa pulang untuk dimasak dan dimakan bersama adiknya.

Namun, ditanya kembali soal kesaksiannya memakan bangkai kucing, Wagimin membantahnya. Pengakuannya yang kerap berubah-ubah sudah dimaklumi oleh warga, karena yang bersangkutan memang diduga depresi.

"Ya namanya memang mengalami gangguan," kata warga, Sukarjo, kepada wartawan di rumah Wagimin di Kepala Tujuh, Kecamatan Kotabumi, Kota Bandarlampung, Lampung, Senin (23/9/2019).

Menurut pengakuan warga, dia dan adiknya sudah pernah mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Jiwa Kurungan Nyawa Bandarlampung pada 2018 lalu selama empat bulan.

Mereka diduga depresi karena ditinggal mati kedua orang tuanya sekitar tujuh tahun silam. Menurut dia, warga di sana sangat peduli dengan kondisi kakak adik ini, namun mereka memang tak bisa menghargai kepedulian tersebut.

"Waktu itu ada yang kasih beras, malah dibuang ke sumur. Nasi bungkus itu selalu diberikan oleh warga untuk mereka. Jadi mereka bukan tidak diperhatikan oleh kami," ujarnya.

Kerabat Wagiman dan Suyatno, Luis Jeriwai mengatakan, kedua kakak adik ini selalu mendapat perhatian masyarakat. Bukan hanya kebutuhan makan, bahkan sampai pakaian dan uang jajan harian.

"Tapi mereka kan memang mengalami gangguan. Saya kasih baju saja tidak pernah dipakai. Ini terus bajunya setiap hari yang sudah kotor dan usang," ujar dia.

Dia menilai, Wagiman dan Suyatno sudah biasa memungut bangkai di jalan untuk dimakan. Warga sering meminta mereka membuangnya, namun diam-diam bangkai itu diambil lagi saat warga lengah.

"Kadang bangkai ayam, bahkan pernah bangkai kodok," kata Luis.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal