Kisah Tong Sin Fu, Pelatih Bulu Tangkis Asal Lampung Terpaksa Hijrah ke China

Andhika Khoirul Huda ยท Rabu, 03 Agustus 2022 - 07:30:00 WIB
Kisah Tong Sin Fu, Pelatih Bulu Tangkis Asal Lampung Terpaksa Hijrah ke China
Sosok Tong Sin Fu menarik untuk diulas. Dia merupakan sosok pelatih tunggal putra yang sangat legendaris di dunia bulu tangkis Indonesia. (Foto: Liu Jin/AFP)

Biodata Tong Sin Fu

Tong Sin Fu lahir di Teluk Betung, Lampung, pada 13 Maret 1942. Kini usianya sudah menginjak 80 tahun.

Meski lahir dan besar di Bumi Pertiwi, Sin Fu memiliki nama Tiongkok, Tang Hsien Hu. Bahkan, dia juga punya nama Indonesia, yakni Fuad Nurhadi.

Pencetak Pemain Kelas Dunia

Terkenal sebagai pelatih yang keras dan tegas, Sin Fu sudah menggembleng mantan pemain Timnas bulu tangkis Indonesia, Indra Wijaya dan Candra Wijaya sejak usia 13 tahun. Mereka berdua juga dilatih oleh Sin Fu ketika membela Pelita Jaya pada 1986 lalu.

Namun, setahun kemudian, alias pada 1987, Sin Fu direkrut untuk menjadi pelatih di Pelatnas PP PBSI di Cipayung, Jakarta Timur. Dan sejak itulah hingga 1998, Sin Fu mencetak generasi emas tunggal putra Indonesia yang merajai dunia.

Nama-nama seperti Icuk Sugiarto, Alan Budikusuma, Ardy B. Wiranata dan Hariyanto Arbi juga merupakan pemain yang dipoles oleh pria berdarah Tionghoa itu. Bintang terakhir yang diorbitkan olehnya adalah Hendrawan.

Salah satu yang paling diingat dari Sin Fu adalah prestasinya membawa anak buahnya mendominasi Olimpiade Barcelona 1992. Kala itu, bulu tangkis baru kali pertama dipertandingkan di ajang Olimpiade dan tiga wakil tunggal putra Tim Merah-Putih menyapu bersih medali yang ada.

Ketika itu, Alan dan Ardy masing-masing meraih emas dan perak usai terjadi All Indonesian Final di partai puncak. Kemudian, Hermawan Susanto membawa pulang medali perunggu bersama pemain Denmark, Thomas Stuer-Lauridsen.

Selain itu, Sin Fu juga pernah membuat anak buahnya merajai ranking dunia BWF pada awal 1990-an. Saat itu, ranking 1 sampai 8 dunia tunggal putra diisi oleh para jagoan bulu tangkis Tanah Air.

Editor : Kastolani Marzuki

Bagikan Artikel: