Polisi Periksa 9 Saksi Terkait Tewasnya Mahasiswa Unila saat Diksar Pecinta Alam

Andres Afandi ยท Jumat, 04 Oktober 2019 - 18:18 WIB
Polisi Periksa 9 Saksi Terkait Tewasnya Mahasiswa Unila saat Diksar Pecinta Alam
polisi mendatangi TKP tewasnya mahasiswa Unila saat Diksar pecinta alam Cakrawala di Lampung. (Foto: iNews.id/Andres Afandi)

BANDAR LAMPUNG, iNews.id – Polres Pesawaran, Provinsi Lampung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa sembilan saksi terkait tewasnya mahasiswa Universitas Lampung (Unila) saat diksar Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) pecinta alam tingkat fakultas, Cakrawala. Sejumlah barang bukti termasuk botol minuman keras disita polisi dari TKP.

Polisi mendatangi lokasi diksar di kawasan Gunung Betung, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Di lokasi, polisi mengamankan bekas makanan ringan, beberapa bungkus plastik sisa kegiatan dan sejumlah barang bukti lainnya.

Kapolres Pesawaran, AKBP Popon Ardianto Sungoro mengatakan polisi sudah memeriksa sembilan peserta diksar. Total awal peserta diksar 13 orang, dengan satu korban tewas.

“Tim penyidik sudah menggelar perkara dan statusnya sudah naik menjadi penyidikan. Selain memeriksa saksi-saksi, polisi juga masih mendalami kejadian ini di TKP,” katanya.

Popon menambahkan, tidak menutup kemungkinan, polisi akan memanggil pihak lain yang terkait seperti pihak universitas, panitia atau alumni. Namun dia menekankan saat ini polisi masih fokus pada pengumpulan keterangan para peserta dan korban.

Selain itu, hasil visum dari korban yang mengalami luka lebam yang sempat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung juga sudah diterima polisi.

Pihak keluarga berharap, polisi bisa mengungkap penyebab kematian korban sebenar-benarnya. Mereka menduga korban tewas bukan karena kelelahan saat ikut diksar, melainkan korban kekerasan diksar pecinta alam kampus.

Sebelumnya, Aga Trias Tahta, mahasiswa jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unila tewas saat mengikuti diksar pencinta alam UKM Cakrawala di Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Minggu (29/9/2019). Korban diduga mengalami kekerasan dari senior.

Selain Aga, masih ada dua mahasiswa yang juga diduga mengalami kekerasan saat diksar. Masing-masing masih dirawat di RS Bhayangkara dan di RS Malahayati.

Jenazah korban yang beralamat di Desa Wonodadi, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung juga sudah dimakamkan keluarga, Senin (30/9/2019).


Editor : Umaya Khusniah