Enam tersangka kasus narkoba yang ditangkap Polres Pringsewu, Lampung (Indra Siregar/iNews)
Indra Siregar

PRINGSEWU, iNews.id - Satuan Reserse Narkoba Polres Pringsewu menangkap enam penyalahguna narkoba. Hebatnya, keenam pelaku itu diciduk dalam waktu semalam. 

Kasat Narkoba Polres Pringsewu Iptu Khairul Yassin Ariga mengatakan, keenam pelaku ditangkap pada Senin (1/3/2021). Keenam pelaku yakni bandar berinisial ES alias pendok (33) beralamat di Pekon Sukoharjo 1 kecamatan Sukoharjo dan seorang pengedar berinisial AP alias pehong (28) warga pringkumpul kelurahan Pringsewu selatan kecamatan Pringsewu.

"Kemudian empat pelaku lain yakni RBS alias Botek (24), TS (22), AA (25) dan DA (27). Mereka diduga berperan sebagai pemakai," kata Khairul, Rabu (3/3/2021).

Khairul menambahkan, keenam pelaku yang diringkus dari tiga lokasi terpisah. Penangkapan berawal ketika polisi mendapat informasi dari warga.

Saat itu warga menyampaikan di salah satu rumah warga di Pringsewu Selatan diduga sering dipergunakan sebagai tempat berpesta narkoba.

"Atas informasi tersebut kemudian langsung kami tindak lanjuti dengan melakukan upaya penyelidikan dan kemudian kami lakukan penggerebekan" katanya.

Hasilnya, kata Khairul, saat proses penggrebekan di TKP petugas berhasil mengamankan pelaku AP, RBS dan TS yang diduga baru selesai berpesta sabu.

Kemudian, lanjutnya, polisi melakukan pengembangan. Hasilnya, pelaku AA ditangkap di kostnya di kelurahan Pringsewu Barat. Tim juga turut mengamankan seorang pelaku lain yaitu DA di mana kedua pelaku tersebut saat dilakukan penggrebekan diduga baru melakukan pesta sabu di dalam rumah kost AA.

"Kami dapatkan barang bukti berupa dua buah plastik klip bekas pakai, alat isap sabu dan 1 bungkus rokok," katanya.

Sementara di rumah ES kami dapatkan bukti berupa 12 buah plastik klip berisi sabu yang sudah terbagi dalam beberapa bungkus edar mulai dari harga Rp200.000 hingga Rp1 juta dengan berat total 9,28 gram, satu timbangan digital dan satu ponsel.

"Keenam pelaku yang ditangkap tersebut lima di antaranya merupakan residivis kasus serupa dan bahkan salah satu di antaranya sudah dua kali menjalani Vonis dan terakhir baru keluar pada Agustus 2020 yang lalu," katanya/.

Atas perbuatannya, pelaku ES dan AP dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) UU RI NO 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara sedangkan terhadap pelaku RBS, TS, AA dan DA dijerat dengan Pasal 112 Ayat (1) dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto

BERITA TERKAIT